Senin, 06 Juli 2026

Sekolah Rakyat Mulai Terapkan Program Cek Kesehatan Gratis bagi Siswa

Kamis, 17 Juli 2025 07:12 WIB
Sekolah Rakyat Mulai Terapkan Program Cek Kesehatan Gratis bagi Siswa
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menko PMK Muhaimin Iskandar menyapa siswa Sekolah Rakyat saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah resmi memulai pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa Sekolah Rakyat, Senin, sebagai bagian dari prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam konsep Sekolah Rakyat, yang dirancang sebagai strategi jangka panjang pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi.

Selain menyuguhkan pendidikan berkualitas, sekolah ini juga menempatkan aspek kesehatan siswa sebagai perhatian utama.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa CKG merupakan bagian dari program quick win presiden yang telah berjalan sejak 10 Februari 2025 melalui Puskesmas. Kini, program ini diperluas langsung ke lingkungan sekolah.

“Masalah kesehatan selalu ditemukan di setiap anak, mulai dari gangguan penglihatan, karies gigi, hingga risiko diabetes akibat riwayat keluarga. Semua langsung kita rujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Budi.

Pemeriksaan CKG dilakukan secara menyeluruh sebelum siswa menempati asrama. Layanan yang diberikan mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan kesehatan gigi, mata, jantung, serta tes darah.

Program ini juga disertai pendekatan inovatif berupa pemetaan talenta berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi dan kompetensi siswa sejak dini, yang kemudian akan menjadi dasar pembinaan akademik dan vokasional.

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang ditunjuk sebagai penanggung jawab operasional Sekolah Rakyat, menegaskan bahwa program ini dijalankan secara lintas kementerian.

“Presiden telah menerbitkan Inpres 2025 sebagai dasar pelaksanaan program ini. Kita tidak bekerja sendiri, tetapi secara gotong royong,” ungkapnya.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, siswa Sekolah Rakyat tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga difasilitasi dengan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan tiga kali sehari, dua kali camilan, asrama yang layak, dan laptop untuk menunjang pembelajaran digital.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut Sekolah Rakyat dirancang dengan pendekatan multi-entry dan multi-exit, yang memberi ruang kebebasan bagi siswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat.

“Semua anak memiliki potensi. Mereka yang tertarik menjadi ilmuwan akan diberi ruang eksperimen yang luas. Tidak ada yang dibatasi,” ujarnya.

Presiden Prabowo dijadwalkan akan meresmikan 100 Sekolah Rakyat secara serentak pada Agustus 2025 sebagai upaya percepatan program.

Pemerintah menargetkan program CKG di sekolah menjangkau 53,8 juta pelajar di 282 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Kita punya 280 juta penduduk dan hanya 10 ribu Puskesmas. Jadi, pemeriksaan langsung di sekolah sangat penting untuk mempercepat deteksi dan penanganan dini masalah kesehatan siswa,” pungkas Menkes Budi.

Dengan sinergi pendidikan, kesehatan, dan teknologi, Sekolah Rakyat hadir sebagai model transformasi pendidikan nasional yang menyiapkan generasi unggul dan sehat sejak dini. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi
Kemendikdasmen Luncurkan SPMB PJJ 2026, Upaya Kembalikan Jutaan Anak Tidak Sekolah
Kemenkes Kirim Bantuan Logistik Kesehatan untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin
Maroko Gilas Kanada 3-0, Singa Atlas Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
Prancis Singkirkan Paraguay 1-0, Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru