Senin, 06 Juli 2026

Tim Kesehatan Haji Tuntaskan Inspeksi Lingkungan di Madinah

Senin, 14 Juli 2025 07:27 WIB
Tim Kesehatan Haji Tuntaskan Inspeksi Lingkungan di Madinah
Petugas Sanitasi dan Pengamanan Pangan KKHI Madinah melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di salah satu perusahaan katering yang melayani jemaah haji Indonesia.
Madinah (buseronline.com) - Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja (KKHI) Madinah telah merampungkan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di sejumlah titik penting penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 Masehi. Pemeriksaan dilakukan di perusahaan katering, pemondokan/hotel jemaah, serta fasilitas KKHI Madinah.

Dari hasil peninjauan, mayoritas hotel dan katering yang melayani jemaah haji Indonesia dinyatakan telah memenuhi standar higienitas dan kesehatan lingkungan. Sebanyak 63 dari 91 hotel dan 12 dari 21 perusahaan katering mendapat penilaian sangat baik.

“Secara umum, kami memantau dan menganalisis bahwa mayoritas hotel dan katering telah memenuhi standar higienitas dan syarat kesehatan,” ujar Ali Mukhrodi SST MM, Penanggung Jawab Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan KKHI Madinah, seperti dilansir dari laman Kemenkes.

Ali menjelaskan bahwa inspeksi pada katering meliputi aspek penerimaan dan penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan, pengemasan, serta distribusi makanan.

Sementara di hotel, fokus pemeriksaan mencakup kondisi fisik bangunan, suhu, kelembaban, pencahayaan, kebersihan toilet, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, dan pemantauan vektor penyakit seperti lalat, tikus, dan kecoa.

Meski hasilnya menggembirakan, tim mencatat beberapa temuan yang harus segera ditindaklanjuti. Di antaranya adalah masih ditemukannya petugas katering yang tidak mencuci tangan dengan benar, berkuku panjang, dan menggunakan cincin saat bekerja.

Beberapa hotel dan katering juga belum menutup tempat sampah dengan baik. “Tempat sampah terbuka bisa mengganggu kenyamanan, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi sumber datangnya vektor penyakit,” jelas Ali.

Selain itu, ditemukan pula bau asap rokok di lorong-lorong dan tangga darurat hotel. Tim menduga hal ini disebabkan oleh jemaah atau petugas yang merokok diam-diam di area yang seharusnya bebas asap rokok.

Kepala KKHI Daker Madinah, dr Novitasari Nurlalila Bahramsyah mengingatkan semua pihak untuk menjadikan hasil inspeksi ini sebagai bahan evaluasi bersama.

“Kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan katering dan akomodasi, serta kesadaran jemaah sangat penting untuk mencapai tujuan kesehatan lingkungan ini,” tegas dr Novitasari.

Ia menambahkan, menciptakan lingkungan yang sehat selama ibadah haji adalah tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemenkes Kirim Bantuan Logistik Kesehatan untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin
Maroko Gilas Kanada 3-0, Singa Atlas Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
Prancis Singkirkan Paraguay 1-0, Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia U-17 Ditahan Imbang Malaysia 1-1 pada Debut David Nascimento
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
komentar
beritaTerbaru