Selasa, 26 Mei 2026

Kemenkes dan Kemendiktisaintek Bentuk Kombers, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Rabu, 02 Juli 2025 07:13 WIB
Kemenkes dan Kemendiktisaintek Bentuk Kombers, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto menunjukkan dokumen pembentukan Komite Bersama (Kombers) usai penandatanganan kerja sama antara Kemenkes dan Kemendiktisaintek di Jakarta, Senin
Jakarta (buseronline.com) - Dalam rangka memperkuat sistem pendidikan dan kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi membentuk Komite Bersama (Kombers) di Jakarta, Senin.

Pembentukan Kombers bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa akses, kualitas, dan biaya layanan kesehatan masih menjadi tantangan utama di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa dari 514 kabupaten/kota, baru sekitar 80 yang memiliki layanan penyakit katastropik setara dengan fasilitas di ibu kota.

“Kalau masyarakat Sukabumi atau Semarang masih harus ke Jakarta untuk layanan jantung, itu artinya sistem kita belum adil dan merata,” tegas Menkes Budi.

Sebagai solusi, pemerintah saat ini tengah mengembangkan 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan melengkapi seluruh fasilitas kesehatan di kabupaten/kota dengan alat medis esensial seperti CT scan dan cath lab.

Targetnya, pada tahun 2027 seluruh wilayah di Indonesia memiliki infrastruktur dasar yang mampu menangani penyakit prioritas seperti stroke dan jantung.

Di sisi pembiayaan, Menkes mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan revisi terhadap regulasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk skema tarif BPJS Kesehatan.

Prinsipnya, pembayaran layanan kesehatan akan didasarkan pada prioritas penyakit yang menyelamatkan nyawa, bukan jumlah tindakan medis semata.

Namun demikian, menurut Menkes, tantangan paling mendesak justru berada pada ketersediaan dan distribusi tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis.

“Kalau alat dan pembiayaan sudah tersedia, tapi SDM masih minim dan tidak merata, masyarakat tetap akan kesulitan mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.

Karena itu, Menkes mengajak seluruh perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam mencetak tenaga medis dan membangun kolaborasi lintas bidang guna memperkuat ekosistem pendidikan dan pelayanan kesehatan nasional.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kolaborasi multipihak merupakan kunci dalam menyelesaikan persoalan kompleks di sektor kesehatan.

Menurutnya, peluncuran Kombers menjadi awal penting dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan, riset, dan layanan kesehatan.

“Permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Kita perlu duduk bersama, mengesampingkan ego sektoral, dan fokus pada solusi yang konkret dan segera bisa dijalankan,” ujar Prof Brian.

Ia juga menekankan pentingnya pelibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, hingga komunitas akademik, dalam merumuskan kebijakan dan inovasi di bidang kesehatan.

“Tidak mungkin semua beban diserahkan kepada pemerintah. Kita perlu gotong royong dan menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa dijalankan dalam waktu dekat,” katanya.

Prof Brian juga mendorong perguruan tinggi untuk turut aktif mengembangkan sistem pendidikan yang mampu menjawab persoalan nyata di sektor kesehatan, melalui pendekatan lintas ilmu dan keterlibatan berbagai disiplin keilmuan.

“Peluncuran Kombers ini adalah langkah awal menuju sistem pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih inklusif, efektif, dan bermartabat,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Jateng Raih Pertumbuhan Ekonomi 5,89 Persen, Program Swasembada Pangan Dipuji OJK
Villarreal Hancurkan Atletico 5-1, Tutup Musim dengan Posisi Tiga La Liga
Arsenal Tutup Musim dengan Kemenangan, Resmi Angkat Trofi Premier League
Kemenhub Perkuat Layanan Transportasi Inklusif bagi Kelompok Rentan dan Wilayah 3T
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
komentar
beritaTerbaru