Senin, 29 Juni 2026

Kemenkes Perkuat Gerakan Kelurahan Siaga TBC di Kota Tangerang

Minggu, 22 Juni 2025 07:23 WIB
Kemenkes Perkuat Gerakan Kelurahan Siaga TBC di Kota Tangerang
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono menyapa warga saat meninjau pelaksanaan program Kelurahan Siaga TBC di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Rabu (18/6/2025).
Tangerang (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus memperkuat komitmennya dalam mengatasi tuberkulosis (TBC) sebagai ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Salah satu upaya strategis diwujudkan melalui program Gerakan Bersama Kelurahan Siaga TBC, yang dilaksanakan di Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Rabu, dengan tema “BerSAMA Membangun Kota, Bebas dari TBC.”

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kontribusi aktif pemerintah daerah dan kader kesehatan yang berhasil meningkatkan angka penemuan kasus secara signifikan di Kota Tangerang.

“Masalah TBC bukan hanya soal pengobatan, tetapi bagaimana menemukan kasus sejak dini, terutama pada orang tanpa gejala. Ini membutuhkan kerja kolaboratif dari kementerian, dinas kesehatan, hingga para kader di lapangan,” ujar Prof Dante.

Data global menunjukkan Indonesia menempati peringkat kedua setelah India dalam jumlah kasus TBC. Setiap tahun, diperkirakan terdapat sekitar 1.090.000 kasus baru dan lebih dari 125.000 kematian akibat TBC setara dengan hilangnya satu kota kecil setiap tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Dante menekankan pentingnya peran kader TBC sebagai ujung tombak penanggulangan. Mereka bukan hanya mendampingi pasien, tetapi juga berperan penting dalam menemukan kasus dan memastikan pengobatan dijalani hingga tuntas.

“Kader adalah pahlawan kesehatan yang bekerja senyap di tengah masyarakat. Saya senang melihat Kota Tangerang mulai memberikan insentif dan perlindungan kepada mereka,” tambahnya.

Prof Dante juga mengingatkan pentingnya penghapusan stigma terhadap penderita TBC. Pasien yang rutin menjalani pengobatan selama satu bulan, lanjutnya, tidak lagi menularkan penyakit, namun stigma sosial masih menjadi penghambat utama deteksi dini.

Senada dengan itu, Perwakilan Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hariqo Wibawa Saputra, menyatakan bahwa penanggulangan TBC merupakan bagian dari visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam melindungi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Tiap tahun sekitar 125.000 saudara kita meninggal karena TBC. Jika dihitung per jam, lebih dari 15 orang meninggal dunia akibat penyakit ini,” ujar Hariqo.

Ia menegaskan bahwa layanan deteksi dan pengobatan TBC telah disiapkan pemerintah secara gratis melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

“Pemerintah sudah menyiapkan skrining, diagnosis, hingga pengobatan lengkap. Tinggal bagaimana seluruh elemen masyarakat memanfaatkannya,” tambahnya.

Hariqo juga mengapresiasi kerja para kader kesehatan yang mendampingi pasien hingga sembuh, dan berharap model Kota Tangerang dapat direplikasi di 514 kabupaten/kota lain di Indonesia. Ia menekankan pentingnya informasi yang benar sebagai senjata melawan stigma dan ketidaktahuan masyarakat.

“Informasi yang tepat bisa menyelamatkan. Tapi informasi yang salah bisa menyakitkan dan memicu stigma. Ini tantangan besar kita hari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengungkapkan bahwa keberhasilan daerahnya dalam menekan angka kasus TBC merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor dari tingkat kota hingga kelurahan.

“Kami terus berinovasi memperluas akses layanan kesehatan dari tingkat primer hingga rujukan. Penanganan TBC juga menyangkut aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data tahun 2024, Kota Tangerang memiliki 5 kasus TBC per 1.000 penduduk, dengan 21% kasus terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun. Namun demikian, tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 92% dan cakupan SPM TBC sudah 100%.

Sejumlah inovasi turut dihadirkan untuk memperkuat penanggulangan TBC di Kota Tangerang, antara lain:

Ransel TBC: Program skrining mandiri oleh masyarakat,

Asmara TBC: Pendampingan pasien oleh kader hingga sembuh,

Bedah rumah pasien TBC, serta

Edukasi TBC di sekolah-sekolah.

Program-program tersebut menjadikan Kota Tangerang sebagai praktik baik (best practice) penanggulangan TBC secara nasional.

Sebagai bagian dari upaya edukasi publik, Kemenkes juga mendistribusikan media visual Lembar Balik TBC, yang digunakan para kader untuk menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Kita tidak bekerja hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan yang lebih sehat dan bebas penyakit. Mari lanjutkan perjuangan ini bersama-sama,” pungkas Wali Kota Sachrudin. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Inggris Bungkam Panama 2-0, Lolos ke Babak 32 Besar sebagai Juara Grup L
RD Kongo Bangkit Tekuk Uzbekistan 3-1, Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Pemprov Sumut Siagakan Personel 24 Jam Berantas Pungli di Kawasan Wisata Sidebuk-Debuk
Kroasia Kalahkan Ghana 2-1, Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kolombia Ditahan Portugal Tanpa Gol, Los Cafeteros Juara Grup K Piala Dunia 2026
Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Berdampak Positif, Warga Rasakan Kemudahan Mobilitas dan Peningkatan Ekonomi
komentar
beritaTerbaru