Senin, 05 Oktober 2026

Global Fund: Indonesia Jadi Contoh Terbaik Eliminasi Malaria di Asia Pasifik

Minggu, 22 Juni 2025 07:16 WIB
Global Fund: Indonesia Jadi Contoh Terbaik Eliminasi Malaria di Asia Pasifik
Direktur Eksekutif Global Fund, Peter Sands (kedua dari kanan), bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (tengah) dan sejumlah pimpinan organisasi internasional, berbicara dalam sesi konferensi pers 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elim
Bali (buseronline.com) - Direktur Eksekutif Global Fund, Peter Sands menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara dalam memberantas malaria di kawasan Asia Pasifik. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination ke-9 yang berlangsung di Bali, Selasa.

Sands mengingatkan bahwa nyamuk pembawa malaria tidak mengenal batas negara, sehingga pendekatan regional menjadi sangat penting.

“Nyamuk sangat buruk dalam mengisi formulir imigrasi. Mereka tidak mengenal batas. Itulah sebabnya pendekatan regional sangat penting, dan peran APLMA (Asia Pacific Leaders Malaria Alliance) sangat vital," ujar Sands yang disambut tawa para peserta konferensi.

Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis dan tanggung jawab besar dalam eliminasi malaria, terutama karena letaknya yang berbagi daratan dengan Papua Nugini dan berdekatan dengan Kepulauan Solomon.

“Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan. Negara ini mewakili contoh terbaik tentang apa yang mungkin dicapai dalam spektrum penuh pemberantasan malaria,” katanya.

Sebagai mitra eksternal terbesar dalam program penanggulangan malaria di dunia, Global Fund menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program di Indonesia. Sands pun memuji kerja sama erat dengan Kementerian Kesehatan RI.

“Kami sangat bangga bisa bermitra dengan Menteri Budi Gunadi Sadikin dan timnya dalam program-program penting ini,” ujarnya.

Peter Sands juga menyambut baik peluncuran Indonesia’s Call to End Malaria, sebuah inisiatif nasional yang dicanangkan untuk mempercepat eliminasi malaria secara menyeluruh.

Ia memberikan apresiasi khusus terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dalam mendukung inisiatif tersebut.

“Ini adalah langkah maju yang luar biasa. Kami mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo dan Presiden SBY dalam inisiatif ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sands menyampaikan bahwa eliminasi malaria bukan hanya isu kesehatan, melainkan menyentuh aspek keadilan sosial dan pembangunan ekonomi, terutama di wilayah rentan.

“Penurunan kasus malaria terbukti berdampak pada peningkatan produktivitas tenaga kerja dan capaian pendidikan. Anak-anak yang bebas malaria tidak lagi sering absen sekolah ini berdampak langsung pada masa depan mereka,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pengendalian malaria dapat membuka kapasitas sistem kesehatan untuk menangani layanan dasar lainnya. Saat ini, banyak tenaga medis masih terkuras untuk menangani malaria.

“Dengan mengatasi malaria, dokter dan perawat bisa lebih fokus pada pelayanan kesehatan lainnya. Inisiatif ini luar biasa, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan ini,” pungkas Sands. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Rico Waas Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Spark Go To Campus di Medan
Mendikdasmen Dorong LPTK dan Sekolah Perkuat Ekosistem Pendidikan
BKSAP DPR Siap Kolaborasi dengan Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Indonesia
KPK Perluas Gerakan Antikorupsi di Lampung, Libatkan Kampus hingga Pelajar
Argentina Pesta Gol 7-0 atas Burkina Faso
Brasil Bantai India 4-0, Estevao dan Samuel Lino Bersinar
komentar
beritaTerbaru