Senin, 06 Juli 2026

Indonesia Targetkan Bebas Malaria pada 2030, Komitmen Ditegaskan dalam KTT Asia Pasifik di Bali

Jumat, 20 Juni 2025 07:10 WIB
Indonesia Targetkan Bebas Malaria pada 2030, Komitmen Ditegaskan dalam KTT Asia Pasifik di Bali
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (tengah) berbicara dalam Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination ke-9 di Bali, Selasa (17/6/2025).
Bali (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mengeliminasi malaria secara nasional pada tahun 2030. Hal ini disampaikan dalam Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination ke-9 yang digelar di Bali, Selasa.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang hadir sebagai Penasihat Khusus APLMA dan anggota Dewan Eliminasi Malaria Global, mengapresiasi capaian Indonesia dalam upaya ini. Ia mencatat bahwa 79 persen wilayah Indonesia saat ini telah dinyatakan bebas malaria.

“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras para tenaga kesehatan, peneliti, tokoh masyarakat, dan pemimpin di seluruh Indonesia. Namun, tantangan masih ada, terutama di wilayah Papua yang menyumbang 93 persen kasus malaria nasional,” kata SBY dalam sesi tingkat tinggi forum tersebut.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa strategi nasional berfokus pada peningkatan deteksi dini dan pemberian obat antimalaria. Saat ini, 476 dari total 514 kabupaten/kota telah mencapai status bebas malaria.

“Kami menargetkan seluruh wilayah Indonesia bebas malaria pada akhir 2030. Untuk mencapainya, jumlah tes malaria harus ditingkatkan hingga empat kali lipat dari saat ini, minimal 8 juta tes per tahun,” ujar Budi.

Selain pengobatan, upaya pencegahan juga terus digalakkan. Pemerintah bersama Global Fund secara berkala mendistribusikan sekitar 3,3 juta kelambu berinsektisida setiap dua hingga tiga tahun di wilayah-wilayah rawan.

Kerja sama lintas batas juga diperkuat, khususnya dengan Papua Nugini, untuk mengendalikan nyamuk penyebar malaria di wilayah perbatasan. Di dalam negeri, enam gubernur dari wilayah Papua telah menandatangani kesepakatan bersama pemerintah pusat dalam mendukung eliminasi malaria.

Dukungan komunitas internasional turut memperkuat optimisme Indonesia. Direktur Regional WHO untuk Wilayah Pasifik Barat, Dr Saia Ma’u Piukala menyatakan komitmen WHO untuk mendukung strategi nasional Indonesia, termasuk penguatan sistem surveilans dan integrasi program malaria dalam layanan kesehatan primer.

Direktur Eksekutif Global Fund, Peter Sands juga memuji kepemimpinan Indonesia dalam upaya pengendalian malaria di kawasan Asia Pasifik.

“Keberhasilan eliminasi sangat bergantung pada dukungan politik dan pembiayaan domestik. Kami mendukung penuh perjuangan Indonesia dalam perang melawan malaria,” kata Sands.

Dengan kerja sama nasional dan internasional yang solid, Indonesia semakin optimistis dapat mencapai target bebas malaria pada tahun 2030. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi
Kemendikdasmen Luncurkan SPMB PJJ 2026, Upaya Kembalikan Jutaan Anak Tidak Sekolah
Kemenkes Kirim Bantuan Logistik Kesehatan untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin
Maroko Gilas Kanada 3-0, Singa Atlas Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
komentar
beritaTerbaru