Selasa, 07 Juli 2026

Menkes: Dua Orang Meninggal karena TBC Setiap Lima Menit di Indonesia

Jumat, 13 Juni 2025 07:26 WIB
Menkes: Dua Orang Meninggal karena TBC Setiap Lima Menit di Indonesia
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan pemaparan dalam kunjungan kerja di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (11/6/2025).
Bogor (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fakta mengejutkan terkait tingginya angka kematian akibat Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Dalam kunjungannya ke Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Menkes menyampaikan bahwa setiap lima menit, dua orang meninggal dunia karena penyakit ini.

“Setiap lima menit ada dua yang wafat. Kita bicara di acara ini, yang wafat karena TBC mungkin sudah 20 lebih,” ujar Menkes Budi dalam dialog bersama warga dan pemangku kepentingan, Rabu.

TBC, yang merupakan penyakit menular namun bisa disembuhkan, masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menkes menekankan pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tuntas sebagai kunci utama dalam pengendalian TBC.

“Masalahnya, selesainya (konsumsi obat) itu enam bulan. Minumnya setiap hari, pilnya banyak, lebih dari empat. Tapi kita sabar tidak apa-apa daripada tidak sembuh,” tegasnya.

Dalam upaya menekan penyebaran TBC, Kementerian Kesehatan menetapkan empat langkah penting yang harus dilakukan masyarakat: menemukan pasien, memastikan pasien segera memulai pengobatan, menyelesaikan pengobatan hingga tuntas, serta memberikan terapi pencegahan bagi kontak erat pasien.

Menkes juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Klapanunggal yang aktif dalam skrining dan pendampingan pasien TBC. Ia menyebut desa tersebut sebagai contoh baik dalam penanggulangan TBC berbasis komunitas.

“Saya terima kasih ke Desa Klapanunggal, karena tidak semua desa melakukan ini. Rajin mencari yang kena (TBC), pastikan minum obat sampai selesai. Karena kalau tidak, dia menular, dia mematikan,” ujar Menkes.

Program desa siaga TBC ini disebut sebagai bagian dari program quick win Presiden Prabowo Subianto. Menurut Menkes, Presiden Prabowo juga terkejut melihat tingginya angka kematian akibat TBC di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran TBC.

Ia mendorong pemanfaatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penerapan prinsip TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) di tengah masyarakat.

“TOSS itu kewajiban kita semua. Kalau ada anak, istri, saudara, tetangga yang gejalanya mirip, segera laporkan agar bisa diobati sampai sembuh,” katanya.

Aries juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada hoaks terkait vaksin dan pengobatan, serta mengajak untuk menghilangkan stigma sosial terhadap penderita TBC.

Menkes menutup dengan seruan agar masyarakat tidak mengabaikan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan disembuhkan.

“TBC itu begitu ketahuan, dikasih obat, dia berhenti kok penularannya. Obatnya ada, dan kalau selesai, dia sembuh. Agar mereka bisa kembali sebagai anggota masyarakat kita,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Pengungsian Intan Jaya, Satgas Damai Cartenz Salurkan 150 Paket Sembako
Museum KAA Bandung Kian Diminati, Lebih dari 35 Ribu Wisatawan Berkunjung Selama Semester I 2026
Panen Raya Udang Vaname, Pemprov Jateng Siapkan Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak Pantura
Norwegia Singkirkan Brasil 2-1, Haaland Antar Timnya ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Inggris Tundukkan Meksiko 3-2, Jude Bellingham Bersinar dan Antar The Three Lions ke Perempat Final
Piala Presiden 2026 Resmi Diluncurkan, Delapan Klub Siap Ramaikan Turnamen Pramusim
komentar
beritaTerbaru