Selasa, 07 Juli 2026

RSUP Dr Hasan Sadikin Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam Nadia dan Nadira

Jumat, 13 Juni 2025 07:08 WIB
RSUP Dr Hasan Sadikin Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam Nadia dan Nadira
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menggendong salah satu bayi kembar siam usai operasi pemisahan di RSUP Dr Hasan Sadikin, Bandung, Selasa (10/6/2025).
Bandung (buseronline.com) - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin Bandung kembali mencatat sejarah dalam dunia medis Indonesia dengan keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam asal Jawa Barat, Nadia dan Nadira.

Operasi yang sangat kompleks ini berhasil dilaksanakan dengan baik, dan saat ini kedua bayi dalam kondisi stabil serta menjalani masa pemulihan intensif.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin yang menyampaikan pujiannya saat menghadiri acara Kick Off Intervensi Pencegahan dan Penurunan Kematian Ibu dan Bayi yang digelar, Selasa.

“Ini adalah tindakan yang paling kompleks untuk masyarakat, dan RSUP Dr Hasan Sadikin mampu melakukannya. Saya bangga karena tindakan ini berhasil dengan hasil yang luar biasa,” ujar Menkes Budi.

Ia menambahkan bahwa operasi pemisahan bayi kembar siam merupakan salah satu prosedur medis paling rumit dalam layanan kesehatan ibu dan anak, yang hanya dapat dilakukan di rumah sakit dengan kapasitas layanan tingkat tertinggi.

Sejak tahun 2010, RSUP Dr Hasan Sadikin telah menangani 33 kasus kembar siam, dengan 13 di antaranya berhasil dilakukan operasi pemisahan. Meski demikian, Menkes menyoroti tantangan dalam pembiayaan layanan kompleks seperti ini.

“Karena itu saya bilang, rumah sakit harus punya model yang bisa subsidi silang. Supaya kasus-kasus seperti ini tetap bisa ditangani, dan masyarakat tidak terbebani,” tegasnya.

Direktur Utama RSUP Dr Hasan Sadikin, dr Rachim Dinata Marsidi menjelaskan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan buah dari kerja keras tim multidisiplin yang solid.

Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis dari berbagai bidang, perawat, ahli gizi, farmasi, radiologi, psikolog, dan tenaga manajemen rumah sakit.

“Kami menjalankan pendekatan tiga tahap yakni praoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif, dengan perencanaan matang, simulasi berulang, pemanfaatan teknologi terkini, serta pemantauan intensif di masa kritis,” jelas dr Rachim.

Lebih dari sekadar keberhasilan medis, kasus ini menjadi pengingat pentingnya akses terhadap layanan kehamilan yang berkualitas. RSUP Dr Hasan Sadikin, menurut dr Rachim, akan terus memprioritaskan edukasi dan deteksi dini bagi ibu hamil sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan nasional.

“Keberhasilan ini adalah simbol bahwa sistem rujukan nasional kita mampu menjawab tantangan medis kompleks dengan hasil optimal,” tambahnya.

Sebagai penutup, dr Rachim menyampaikan harapannya agar kisah Nadia dan Nadira menjadi sumber inspirasi.

"Kami berharap kisah Nadia dan Nadira menjadi inspirasi dan harapan bagi banyak keluarga di seluruh Indonesia. Seiring akan dikembalikannya mereka ke pangkuan keluarga tercinta, kami juga melepaskan harapan bahwa setiap anak Indonesia, betapapun kompleks kondisi medisnya, memiliki kesempatan yang adil untuk hidup, tumbuh, dan berkembang,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Museum KAA Bandung Kian Diminati, Lebih dari 35 Ribu Wisatawan Berkunjung Selama Semester I 2026
Panen Raya Udang Vaname, Pemprov Jateng Siapkan Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak Pantura
Norwegia Singkirkan Brasil 2-1, Haaland Antar Timnya ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Inggris Tundukkan Meksiko 3-2, Jude Bellingham Bersinar dan Antar The Three Lions ke Perempat Final
Piala Presiden 2026 Resmi Diluncurkan, Delapan Klub Siap Ramaikan Turnamen Pramusim
Ratusan Atlet Pelajar Ramaikan O2SN SMA/SMK Tingkat Jawa Barat 2026
komentar
beritaTerbaru