Kamis, 02 Juli 2026

Kementan dan Kementrans Sinergi Kembangkan Peternakan di Kawasan Transmigrasi

Senin, 09 Juni 2025 10:09 WIB
Kementan dan Kementrans Sinergi Kembangkan Peternakan di Kawasan Transmigrasi
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda (kiri), bersama Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi (kanan), dalam audiensi pengembangan peternakan di kawasan transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Rabu (4/6/20
Jakarta (buseronline.com) - Dalam upaya meningkatkan produksi daging dan susu nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menggelar audiensi dengan Wakil Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Jakarta, Rabu.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan transmigrasi dalam pengembangan peternakan nasional, khususnya di wilayah potensial seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sinergi antar kementerian ini menjadi bagian dari implementasi Program Peningkatan Produksi Daging Sapi dan Susu Sapi Nasional (P2SDN) yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai arah kebijakan pembangunan nasional Asta Cita.

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan komitmen Kementerian Transmigrasi untuk mendukung percepatan pelaksanaan program P2SDN.

“Kami sangat mendukung pengembangan peternakan berbasis kawasan transmigrasi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami menginginkan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan, yang bisa menjadi legacy bersama dalam mendukung visi presiden,” ujar Viva Yoga.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda memaparkan bahwa Indonesia saat ini masih mengalami defisit pada dua komoditas utama, yakni daging sapi dengan defisit sebesar 52 persen dan susu sebesar 79 persen.

Melalui program P2SDN, pemerintah mendorong keterlibatan pelaku usaha dan pemanfaatan lahan potensial, termasuk kawasan transmigrasi, guna menekan ketergantungan terhadap impor.

“Hingga saat ini, sudah terdapat 196 pelaku usaha yang menyatakan komitmen untuk mendatangkan sapi perah dan 84 pelaku usaha untuk sapi pedaging,” jelas Agung.

Salah satu inisiatif unggulan dalam program ini adalah pengembangan peternakan sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai proyek percontohan nasional (pilot project). Kementan berharap, proyek tersebut dapat menjadi model pengembangan peternakan sapi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

“Kami berharap Kementerian Transmigrasi dapat mendukung penuh kegiatan ini, khususnya di wilayah NTT, sebagai titik awal implementasi. Kami siap menindaklanjuti segera,” tambah Agung.

Dengan kolaborasi antara Kementan dan Kementrans ini, pemerintah menargetkan terbentuknya model pengembangan peternakan sapi yang berdaya saing, mandiri, dan mendukung ketahanan pangan nasional berbasis kawasan transmigrasi. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
NTP Jawa Tengah Naik 0,75 Persen pada Juni 2026, Daya Beli Petani Meningkat
Wamendikdasmen: Pembelajaran Mendalam Kunci Siapkan Generasi Hadapi Era Digital
Kemenkes Hormati Putusan MK yang Tolak Uji Materi UU Kesehatan
Empat Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Korupsi Kerja Sama Penjualan BBM Pertamina Patra Niaga-PT AKT
IFP Tingkatkan Antusias Belajar Murid Berkebutuhan Khusus di SLB YPPC Banda Aceh
Jateng Tetap Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: Iklim Usaha Kondusif
komentar
beritaTerbaru