Rabu, 26 Agustus 2026

Menkes Swedia Kunjungi RS Kanker Dharmais, Perkuat Kolaborasi Kesehatan Indonesia-Swedia

Jumat, 30 Mei 2025 07:01 WIB
Menkes Swedia Kunjungi RS Kanker Dharmais, Perkuat Kolaborasi Kesehatan Indonesia-Swedia
Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson, bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat mengunjungi fasilitas radioterapi di RS Kanker Dharmais, Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) menerima kunjungan resmi Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson, yang didampingi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Kunjungan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Swedia di bidang kesehatan, khususnya dalam pengembangan layanan kanker.

Direktur Utama RSKD, dr Soeko Werdi Nindito menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyebut kolaborasi ini sebagai awal penting untuk mendorong transformasi layanan kanker di Indonesia.

"Kunjungan ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara pemerintah Swedia dan Indonesia, yang salah satu implementasinya adalah kerja sama dengan RS Kanker Dharmais," ujar dr Soeko.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pemanfaatan teknologi alat kesehatan canggih dari Swedia yang diharapkan dapat memperkuat layanan kanker, tidak hanya di Dharmais, tetapi juga di berbagai rumah sakit umum daerah dan rumah sakit vertikal di Indonesia.

Delegasi Swedia yang berjumlah lebih dari 30 orang terdiri atas perwakilan industri alat kesehatan, akademisi dari Karolinska Institute, dan penyedia layanan kesehatan. Mereka mengikuti hospital tour ke sejumlah fasilitas unggulan di National Cancer Center (NCC) Dharmais, termasuk ruang operasi, CSSD, layanan onkologi, dan kemoterapi.

“Kami perlihatkan bagaimana penanganan sitotoksik serta kondisi kepadatan pasien di poliklinik onkologi. Mereka sangat terkesan dan menyatakan keinginan untuk mendukung pengembangan layanan kanker di Indonesia,” jelas dr Soeko.

Ia juga menekankan tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam layanan kesehatan, mengingat perbedaan jumlah penduduk yang signifikan antara kedua negara. “Dengan penduduk mencapai 280 juta jiwa, teknologi yang tepat guna akan sangat membantu mempercepat dan mempermudah pelayanan kanker di Indonesia,” tambahnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam peningkatan layanan kanker melalui transfer teknologi, inovasi, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan antara Indonesia dan Swedia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
362 Putra-Putri Kabupaten Tegal Terima Beasiswa Sadesa untuk Kuliah
Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan Tangani Dampak Kabut Asap Karhutla di Tujuh Provinsi
Garut dan Tabalong Tukar Strategi Pengembangan UMKM untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat
Dua Serdik Sespimma Bantu Amankan Sopir Grab yang Diduga Dianiaya Penumpang di Lembang
Chelsea Menang Dramatis 3-2 atas Fulham di Derby London Barat
Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Bahas Penguatan Kerja Sama Berbagai Sektor
komentar
beritaTerbaru