Kamis, 02 Juli 2026

Menkes Swedia Kunjungi RS Kanker Dharmais, Perkuat Kolaborasi Kesehatan Indonesia-Swedia

Jumat, 30 Mei 2025 07:01 WIB
Menkes Swedia Kunjungi RS Kanker Dharmais, Perkuat Kolaborasi Kesehatan Indonesia-Swedia
Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson, bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat mengunjungi fasilitas radioterapi di RS Kanker Dharmais, Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) menerima kunjungan resmi Menteri Kesehatan Swedia, Acko Ankarberg Johansson, yang didampingi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Kunjungan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Swedia di bidang kesehatan, khususnya dalam pengembangan layanan kanker.

Direktur Utama RSKD, dr Soeko Werdi Nindito menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyebut kolaborasi ini sebagai awal penting untuk mendorong transformasi layanan kanker di Indonesia.

"Kunjungan ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara pemerintah Swedia dan Indonesia, yang salah satu implementasinya adalah kerja sama dengan RS Kanker Dharmais," ujar dr Soeko.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pemanfaatan teknologi alat kesehatan canggih dari Swedia yang diharapkan dapat memperkuat layanan kanker, tidak hanya di Dharmais, tetapi juga di berbagai rumah sakit umum daerah dan rumah sakit vertikal di Indonesia.

Delegasi Swedia yang berjumlah lebih dari 30 orang terdiri atas perwakilan industri alat kesehatan, akademisi dari Karolinska Institute, dan penyedia layanan kesehatan. Mereka mengikuti hospital tour ke sejumlah fasilitas unggulan di National Cancer Center (NCC) Dharmais, termasuk ruang operasi, CSSD, layanan onkologi, dan kemoterapi.

“Kami perlihatkan bagaimana penanganan sitotoksik serta kondisi kepadatan pasien di poliklinik onkologi. Mereka sangat terkesan dan menyatakan keinginan untuk mendukung pengembangan layanan kanker di Indonesia,” jelas dr Soeko.

Ia juga menekankan tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam layanan kesehatan, mengingat perbedaan jumlah penduduk yang signifikan antara kedua negara. “Dengan penduduk mencapai 280 juta jiwa, teknologi yang tepat guna akan sangat membantu mempercepat dan mempermudah pelayanan kanker di Indonesia,” tambahnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam peningkatan layanan kanker melalui transfer teknologi, inovasi, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan antara Indonesia dan Swedia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
NTP Jawa Tengah Naik 0,75 Persen pada Juni 2026, Daya Beli Petani Meningkat
Wamendikdasmen: Pembelajaran Mendalam Kunci Siapkan Generasi Hadapi Era Digital
Kemenkes Hormati Putusan MK yang Tolak Uji Materi UU Kesehatan
Empat Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Korupsi Kerja Sama Penjualan BBM Pertamina Patra Niaga-PT AKT
IFP Tingkatkan Antusias Belajar Murid Berkebutuhan Khusus di SLB YPPC Banda Aceh
Jateng Tetap Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: Iklim Usaha Kondusif
komentar
beritaTerbaru