Senin, 29 Juni 2026

Nyamuk Lebih Berbahaya daripada Binatang Buas

Rabu, 28 Mei 2025 07:30 WIB
Nyamuk Lebih Berbahaya daripada Binatang Buas
Suasana High Level Meeting Koalisi Bersama (Kobar) Lawan Dengue yang berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/5/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan resmi meluncurkan Presidium Kaukus Kesehatan serta menyelenggarakan High Level Meeting Koalisi Bersama (Kobar) Lawan Dengue di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen nasional dalam menanggulangi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus menjadi ancaman serius di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan, Prof Dante Saksono Harbuwono, dalam sambutannya menekankan bahwa nyamuk merupakan hewan paling mematikan di dunia.

“Bukan hewan buas yang menjadi penyebab kematian terbanyak, melainkan nyamuk. Gigitan nyamuk, meski tampak sepele, bertanggung jawab atas jutaan kematian setiap tahunnya,” ujar Prof Dante.

Menurutnya, dengue masih menjadi ancaman global dengan lebih dari 3,9 miliar orang di dunia berisiko terinfeksi. Indonesia, katanya, termasuk negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia bersama Brasil, Kolombia, Meksiko, Peru, dan Vietnam.

Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa pada tahun 2024, Indonesia mengalami lonjakan kasus DBD dengan lebih dari 1.400 kematian. Pemerintah menargetkan zero dengue death atau nihil kematian akibat DBD pada tahun 2030.

Untuk mencapai target tersebut, Prof Dante menyebut pentingnya kerja sama konkret lintas sektor, termasuk organisasi profesi, masyarakat, dan pengambil kebijakan. Ia juga menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, mulai dari program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik), fogging, penggunaan teknologi nyamuk Wolbachia, hingga pengembangan vaksin dengue.

“Namun, semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan lintas sektor, termasuk peran aktif DPR RI dan masyarakat,” tegasnya.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengapresiasi pembentukan Presidium Kaukus Kesehatan. Menurutnya, kehadiran kaukus ini menjadi ruang strategis lintas komisi dan fraksi untuk memperjuangkan isu kesehatan masyarakat.

“DPR melalui Komisi IX akan terus mengadvokasi isu-isu kesehatan dan mendukung kebijakan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam penguatan layanan primer dan deteksi dini penyakit menular,” kata Cucun.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menambahkan bahwa meski dengue bukan isu baru, penyakit ini terus menjadi masalah berulang dengan tren peningkatan setiap tahunnya. Hingga Mei 2025, tercatat lebih dari 56.000 kasus DBD dan 250 kematian.

“Ini menunjukkan bahwa strategi penanggulangan yang ada perlu diperkuat. Edukasi publik dan peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar sangat penting,” ujarnya.

Edy juga menyoroti pentingnya politik kesehatan dalam mendorong pendanaan, edukasi, dan penguatan sistem data serta upaya vaksinasi yang terintegrasi.

Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan pascapandemi, namun berharap isu dengue menjadi prioritas dalam perencanaan program dan alokasi anggaran secara konkret.

“Strategi nasional pengendalian dengue harus diwujudkan dalam aksi nyata: mulai dari pengendalian vektor, deteksi dini, pengobatan, hingga pemanfaatan teknologi seperti Wolbachia dan insektisida ramah lingkungan,” tambah Edy.

Lebih lanjut, ia mendorong penguatan gerakan 3M Plus—menguras, menutup, mendaur ulang, dan upaya tambahan lainnya—sebagai kebijakan kolektif yang digalakkan secara masif oleh seluruh pihak, termasuk DPR.

Dengan diluncurkannya Presidium Kaukus Kesehatan dan Koalisi Bersama Lawan Dengue, pemerintah berharap terbentuk sinergi yang lebih kuat antara pusat dan daerah, serta peran aktif masyarakat dalam eliminasi dengue. Inisiatif ini sekaligus menjadi momentum penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional yang lebih preventif, responsif, dan inklusif. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
KPK: Transisi Energi Berisiko Tinggi Korupsi, Perempuan Didorong Jadi Pengawal Integritas
Kemendikdasmen Usulkan Penguatan Tata Kelola Pendidikan dalam RUU Sisdiknas
Inggris Bungkam Panama 2-0, Lolos ke Babak 32 Besar sebagai Juara Grup L
RD Kongo Bangkit Tekuk Uzbekistan 3-1, Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Pemprov Sumut Siagakan Personel 24 Jam Berantas Pungli di Kawasan Wisata Sidebuk-Debuk
Kroasia Kalahkan Ghana 2-1, Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru