Rabu, 07 Oktober 2026

Bone Jadi Model Pengembangan Peternakan Terpadu di Kawasan Timur Indonesia

Kamis, 17 April 2025 08:09 WIB
Bone Jadi Model Pengembangan Peternakan Terpadu di Kawasan Timur Indonesia
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, meninjau kualitas pakan ternak di UPTD Peternakan Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, sebagai bagian dari program pengembangan peternakan terpadu.
Bone (buseronline.com) - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus mendorong pengembangan peternakan rakyat sebagai bagian dari strategi nasional ketahanan pangan.

Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan peternakan terpadu di kawasan timur Indonesia.

Peninjauan langsung dilakukan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, bersama Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Peternakan Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo.

“Kegiatan ini mencakup optimalisasi pembibitan ternak dan penguatan sektor kesehatan hewan. Alhamdulillah, kami siap menerima arahan dan memberikan dukungan penuh,” ujar Bupati Asman.

Sebagai upaya integratif, Pemerintah Kabupaten Bone mengembangkan program unggulan Padasa-akronim dari padi, jagung, dan sapi-yang menyinergikan sektor tanaman pangan dan peternakan.

Program ini mengadaptasi keberhasilan program nasional Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) yang pernah digagas Kementan.

Untuk memperkuat akses permodalan bagi peternak kecil, Kabupaten Bone juga mengembangkan skema pembiayaan berbasis gadai ternak, di mana sapi dijadikan agunan dan dapat ditebus kembali setelah musim panen. Skema ini dinilai memberikan solusi finansial jangka pendek bagi peternak rakyat.

Dalam menjaga keberlanjutan populasi ternak, pemerintah daerah menetapkan kebijakan larangan pemotongan sapi betina produktif di rumah potong hewan. “Kami sepakat menjaga indukan produktif sebagai langkah strategis,” kata Asman.

Ia juga menegaskan komitmen daerah dalam memperkuat kelembagaan peternakan. Kabupaten Bone menjadi salah satu dari sedikit daerah yang masih mempertahankan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai dinas yang berdiri sendiri. “Kami ingin pembangunan peternakan tetap fokus dan terarah,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra swasta. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis.

Bone juga menjadi salah satu lokasi pengembangan program unggulan Ayam Merah Putih, termasuk peninjauan lokasi CSR di Kecamatan Bengo dan pembibitan ayam di Kecamatan Libureng.

“Potensi peternak lokal di Bone sangat besar untuk mendukung pengembangan ayam petelur rakyat,” ujar Dirjen Agung Suganda.

Ia menambahkan bahwa Bone memiliki keunggulan struktural, bahkan ada kecamatan seperti Kahu yang populasi ternaknya melebihi jumlah penduduk.

“Bone adalah contoh nyata pengembangan peternakan berbasis ekosistem lokal yang terintegrasi. Perlu ada aktor-aktor utama yang ditunjuk agar pelaksanaan program tetap sejalan dengan harapan,” tambahnya.

Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra usaha, Bone diharapkan tak hanya menjadi penyedia protein hewani nasional, tetapi juga menjadi penyangga utama ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tujuh Tantangan Mengadang Perbankan Indonesia Menuju 2027
Bupati Taput Hadiri Pembukaan Sinode Godang ke-68 HKBP di Sipoholon
Bupati Taput Ikuti Program “Jaksa Sahabat Pendidik”
Wabup Taput Dampingi Menkop RI Beri Kuliah Umum di UNITA, Dorong Generasi Muda Manfaatkan Koperasi
Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak
Bunda PAUD Jateng Dukung Perjuangan Guru PAUD Raih Kesetaraan Hak Profesi
komentar
beritaTerbaru