Senin, 29 Juni 2026

Pemerintah Prioritaskan Penanganan Penyakit Ginjal

Kamis, 13 Maret 2025 09:42 WIB
Pemerintah Prioritaskan Penanganan Penyakit Ginjal
Wamenkes Prof dr Dante Saksono Harbuwono berbicara dalam diskusi publik terkait efisiensi anggaran kesehatan dan transplantasi ginjal dalam rangka World Kidney Day 2025 di Jakarta, Selasa (11/3/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat upaya penanganan penyakit ginjal yang menjadi salah satu penyakit katastropik dengan pembiayaan kesehatan yang tinggi.

Dalam diskusi publik yang digelar di Jakarta pada Selasa, para pakar kesehatan membahas tantangan dan solusi terkait transplantasi ginjal di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof Dr Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa hingga saat ini, Indonesia memiliki 19 pusat transplantasi ginjal. Jumlah ini akan terus bertambah guna memperluas akses layanan bagi pasien yang membutuhkan.

"Saya janji jumlahnya akan terus bertambah," ujar Prof Dante.

Sebagai bagian dari program transformasi kesehatan rujukan, Kementerian Kesehatan telah membentuk jejaring pengampuan rumah sakit untuk menangani penyakit katastropik, termasuk kelainan ginjal.

Menurut Prof Dante, penyakit ginjal harus ditangani dengan serius agar tidak semakin membebani pembiayaan kesehatan nasional.

"Apabila penyakit ginjal ini tidak kita tangani dengan baik, pembiayaan kesehatan akan terus meningkat seiring waktu," katanya.

Saat ini, biaya perawatan pasien ginjal yang menjalani cuci darah dapat mencapai Rp420 juta per tahun. Sebagai perbandingan, biaya transplantasi ginjal berkisar antara Rp300 juta hingga Rp350 juta, sehingga lebih efisien secara ekonomi dalam jangka panjang.

Prof Dante menegaskan bahwa transplantasi ginjal bukan hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan.

"Transplantasi ginjal adalah solusi sosial yang efektif dan memiliki cost-benefit yang jelas," tegasnya.

Diskusi ini diharapkan menghasilkan berbagai masukan konstruktif terkait pengembangan layanan transplantasi ginjal di Indonesia. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan literasi masyarakat tentang donor organ, karena masih banyak orang yang ingin mendonorkan ginjal tetapi belum mengetahui prosedurnya.

"Pendidikan dan sosialisasi mengenai donor ginjal harus terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami pentingnya berbagi organ untuk membantu sesama," tambahnya.

Prof Dante juga mengapresiasi Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) yang telah menginisiasi diskusi ini. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperbaiki layanan kesehatan bagi pasien ginjal serta mendukung pengembangan sistem kesehatan nasional.

"Mudah-mudahan diskusi ini memberi masukan yang berharga bagi kami di Kementerian Kesehatan, agar layanan transplantasi ginjal dapat diakses oleh lebih banyak pasien di seluruh Indonesia," ujarnya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk dalam pelaksanaan transplantasi ginjal.

"Tindakan transplantasi ginjal akan tetap terlaksana sebagaimana mestinya, dan itu adalah amanah yang diberikan kepada Kementerian Kesehatan sebagai ‘lokomotif’ kesehatan di negara ini," pungkasnya.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya transplantasi ginjal dan donor organ, serta mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
KPK: Transisi Energi Berisiko Tinggi Korupsi, Perempuan Didorong Jadi Pengawal Integritas
Kemendikdasmen Usulkan Penguatan Tata Kelola Pendidikan dalam RUU Sisdiknas
Inggris Bungkam Panama 2-0, Lolos ke Babak 32 Besar sebagai Juara Grup L
RD Kongo Bangkit Tekuk Uzbekistan 3-1, Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Pemprov Sumut Siagakan Personel 24 Jam Berantas Pungli di Kawasan Wisata Sidebuk-Debuk
Kroasia Kalahkan Ghana 2-1, Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru