Minggu, 04 Oktober 2026

Kementan Ambil Langkah Cepat Hadapi Kasus Penyakit Hewan di Gunung Kidul

Rabu, 19 Februari 2025 09:25 WIB
Kementan Ambil Langkah Cepat Hadapi Kasus Penyakit Hewan di Gunung Kidul
Tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates mengenakan pakaian pelindung lengkap saat melakukan investigasi dan pengambilan sampel di kandang ternak yang terdampak kasus antraks di Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. (Dok/Humas PKH)
Yogyakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menangani kasus antraks yang terdeteksi di Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, sebagai unit pelaksana teknis Kementan, telah melakukan investigasi kasus pada 15 Februari 2025.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa pihaknya serius menangani setiap kasus penyakit hewan menular.

“Kami telah mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan penelusuran, pengambilan sampel, dan penyuluhan kepada pemilik ternak,” kata Agung saat dikonfirmasi pada Selasa (18/2/2025).

Kementan juga berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Gunung Kidul serta Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan bagi pemilik ternak atau individu yang memiliki riwayat kontak dengan ternak yang terinfeksi.

Sementara itu, Kepala BBVet Wates, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa tim telah melakukan desinfeksi secara menyeluruh pada kandang terdampak guna mencegah penyebaran bakteri antraks.

Selain itu, dilakukan langkah-langkah pengendalian lainnya, termasuk isolasi ternak yang masih ada di kandang dan penerapan biosekuriti ketat.

“Ternak di lokasi kasus telah diberikan pengobatan antibiotik, dan vaksinasi antraks akan diberikan setelah masa kerja residu antibiotik berakhir. Sementara untuk ternak yang sehat di luar lokasi kasus, vaksinasi akan dilakukan secepatnya untuk mencegah penyebaran penyakit,” ungkap Hendra.

Hingga saat ini, tidak ditemukan kasus tambahan baik pada ternak lain maupun manusia. Kementan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan tindakan pencegahan guna mengendalikan penyebaran antraks serta melindungi kesehatan hewan dan manusia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bupati Taput Ikuti Langsung Tapanuli Utara Fun Run 2026 hingga Garis Finis
Pemkab Taput Buka Pemilihan Putra Putri Bonapasogit 2026
SATUSEHAT Raih Dua Penghargaan, Perkuat Transformasi Digital Kesehatan Indonesia
Menkeu Dorong Perpustakaan Kemenkeu Jadi Ruang Pengetahuan dan Sejarah Keuangan Negara
Porprov XVII Jateng Diikuti 7.990 Atlet, Jadi Ajang Pembinaan Menuju PON
61 Satuan Pendidikan di Kebumen Direvitalisasi, Wamendikdasmen Tekankan Penguatan Karakter Siswa
komentar
beritaTerbaru