Kamis, 02 Juli 2026

Kemenkes Serukan Kewaspadaan Terhadap Wabah Virus HMPV yang Merebak di China

Minggu, 05 Januari 2025 09:12 WIB
Kemenkes Serukan Kewaspadaan Terhadap Wabah Virus HMPV yang Merebak di China
Ilustrasi Virus HMPV.
Jakarta (buseronline.com) - Wabah Human Metapneumovirus (HMPV) yang tengah merebak di wilayah utara China menjadi perhatian serius dunia. Penyebaran virus ini terjadi dengan cepat, mengakibatkan lonjakan kasus yang signifikan.

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada meskipun tidak perlu panik.

Juru Bicara Kemenkes RI, drg Widyawati MKM, menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan.

“Saat ini belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia. Meski begitu, kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini penting untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penularan berbagai virus,” ujar Widyawati.

Menurut Widyawati, langkah preventif seperti mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker di tempat umum, dan menjaga pola makan sehat dapat membantu mengurangi risiko tertular virus.

Sebagai upaya antisipasi, pemerintah meningkatkan pengawasan di pintu masuk internasional, termasuk bandara dan pelabuhan. Pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI) akan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif berjalan efektif. Upaya ini dilakukan agar virus HMPV tidak masuk ke Indonesia,” tambah Widyawati.

HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala mirip flu biasa, seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat memicu komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit kronis.

Hingga kini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup menjadi langkah utama dalam penanganannya.

Kemenkes mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan wabah ini. Jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, masyarakat diminta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kerja sama seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran virus ini dan melindungi kesehatan bersama,” tutup Widyawati. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemko Bandung Verifikasi Data Kependudukan untuk Pastikan SPMB Berjalan Adil
Bandung Bagikan Inovasi Digitalisasi Parkir kepada Kota Padang
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp4,2 Miliar kepada KPU dan Polri
NTP Jawa Tengah Naik 0,75 Persen pada Juni 2026, Daya Beli Petani Meningkat
Wamendikdasmen: Pembelajaran Mendalam Kunci Siapkan Generasi Hadapi Era Digital
Kemenkes Hormati Putusan MK yang Tolak Uji Materi UU Kesehatan
komentar
beritaTerbaru