Senin, 06 Juli 2026

Perubahan Kebiasaan untuk Mencegah Resistansi Antimikroba

Jumat, 13 Desember 2024 11:43 WIB
Perubahan Kebiasaan untuk Mencegah Resistansi Antimikroba
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dan peserta lainnya berfoto bersama dalam acara Pekan Kesadaran Resistansi Antimikroba Sedunia (WAAW) 2024 di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/12/2024). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Resistansi antimikroba (AMR) menjadi ancaman global yang berdampak luas pada kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama mitra strategis menyelenggarakan acara puncak Pekan Kesadaran Resistansi Antimikroba Sedunia (WAAW) 2024 pada Minggu, di Bundaran HI, Jakarta, mengusung tema global “Educate, Advocate, Act Now” dan mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan dalam penggunaan antibiotik.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam sambutannya mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya resistansi antibiotik di Indonesia. Ia menyoroti tingginya angka kematian akibat infeksi yang tidak lagi responsif terhadap antibiotik.

“Kita melihat pembelian antibiotik di Indonesia meningkat dari Rp5-6 T per tahun menjadi Rp10 T. Banyak yang digunakan tanpa resep dokter, bahkan mencemari lingkungan seperti sungai dan laut,” ujarnya.

Menurut Menkes, resistansi antibiotik juga merugikan sektor ekonomi, seperti penolakan produk laut Indonesia di pasar internasional akibat tingginya kadar antibiotik.

“Jika penggunaan antibiotik tidak dikontrol, di masa depan obat-obatan ini tidak lagi efektif. Ini adalah ancaman nyata yang membutuhkan perhatian serius,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr Azhar Jaya, menegaskan bahwa penanganan resistansi antimikroba memerlukan keterlibatan lintas sektor. “Ini bukan hanya soal kesehatan individu, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan ekonomi kita,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini membuka wawasan publik dan menginspirasi tindakan nyata untuk melindungi masa depan generasi mendatang,” katanya.

Kemenkes mengajak masyarakat untuk menggunakan antibiotik secara bijak, hanya dengan resep dokter, serta menghindari pembelian bebas. Langkah ini diharapkan dapat mencegah meluasnya resistansi antibiotik, melindungi lingkungan, dan memastikan kesehatan generasi masa depan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemendikdasmen Luncurkan SPMB PJJ 2026, Upaya Kembalikan Jutaan Anak Tidak Sekolah
Kemenkes Kirim Bantuan Logistik Kesehatan untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin
Maroko Gilas Kanada 3-0, Singa Atlas Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
Prancis Singkirkan Paraguay 1-0, Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia U-17 Ditahan Imbang Malaysia 1-1 pada Debut David Nascimento
komentar
beritaTerbaru