Senin, 29 Juni 2026

Wamenkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini TBC, Kanker Serviks, dan Stunting

Selasa, 10 Desember 2024 11:19 WIB
Wamenkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini TBC, Kanker Serviks, dan Stunting
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengunjungi Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya, Jawa Timur. (Dok/Kemenkes)
Surabaya (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof dr Dante Harbuwono menekankan pentingnya deteksi dini dalam program kesehatan nasional saat melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya, Jawa Timur. Program ini sejalan dengan misi pemerintah dalam mewujudkan visi ‘Asta Cita’ di bidang kesehatan.

Dalam kunjungannya, Prof Dante meninjau layanan deteksi dini untuk tiga masalah kesehatan utama, yakni kanker serviks, TBC, dan stunting.

Prof Dante menjelaskan bahwa kanker serviks menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia bagi perempuan. Ia menyoroti perlunya pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) secara rutin untuk mendeteksi kanker serviks pada stadium awal.

“Jika kanker serviks terdeteksi pada stadium rendah, pengobatan sederhana seperti cryotherapy dapat dilakukan di tingkat puskesmas. Namun, jika terdeteksi pada stadium lanjut, pengobatannya jauh lebih kompleks seperti kemoterapi dan operasi,” ujar Prof Dante.

Indonesia saat ini menempati peringkat kedua tertinggi di dunia untuk kasus TBC. Wamenkes menekankan pentingnya pemeriksaan dini melalui tes mantoux, pemeriksaan dahak, dan teknologi AI untuk membaca hasil rontgen.

“Jangan tunggu sampai gejala parah, seperti batuk darah. Terutama bagi mereka yang kontak erat dengan pasien positif, harus segera melakukan skrining,” ungkapnya.

Prof Dante juga berpesan kepada pasien TBC untuk menjalani pengobatan hingga tuntas demi mencegah resistensi bakteri.

Selain itu, Wamenkes meninjau layanan pemeriksaan berat badan bayi dan balita untuk mendeteksi stunting. Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Indonesia saat ini masih berada di angka 21,5%.

“Stunting tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan fisik, tetapi juga kecerdasan. Bayi dan balita yang berat badannya tidak naik memiliki risiko tinggi terpapar TBC, terutama jika berada di lingkungan pasien positif,” ujar Prof Dante.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting guna menciptakan generasi sehat dan cerdas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan skrining kesehatan. Program ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kematian akibat penyakit kronis dan memastikan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Kemenkes Selidiki Dugaan Intimidasi Terkait Wafatnya dr Icha
Warga Tiga Kecamatan di Labuhanbatu Sambut Perbaikan Jalan, Harap Ekonomi dan Pariwisata Kembali Bangkit
KPK: Transisi Energi Berisiko Tinggi Korupsi, Perempuan Didorong Jadi Pengawal Integritas
Kemendikdasmen Usulkan Penguatan Tata Kelola Pendidikan dalam RUU Sisdiknas
Inggris Bungkam Panama 2-0, Lolos ke Babak 32 Besar sebagai Juara Grup L
RD Kongo Bangkit Tekuk Uzbekistan 3-1, Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru