Senin, 29 Juni 2026

Pneumonia, "Pembunuh Senyap" Masih Mengancam Anak-anak

Rabu, 20 November 2024 06:19 WIB
Pneumonia,
Wakil Menteri Kesehatan RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono. (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono menyebut pneumonia sebagai "pembunuh senyap" karena menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.

Pernyataan ini disampaikan pada Puncak Peringatan Hari Pneumonia Sedunia yang berlangsung di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.

"Pneumonia terus menjadi ancaman serius bagi anak-anak di seluruh dunia. Setiap 43 detik, seorang anak meninggal akibat pneumonia. Ini berarti 700 ribu anak meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah," ujar Prof Dante.

Pneumonia adalah peradangan paru-paru akibat infeksi akut yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Pada balita, gejala umum meliputi batuk, kesulitan bernapas, serta tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam saat bernapas.

Prof Dante menyoroti peran asap rokok sebagai salah satu penyebab utama. “Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan orang tua perokok lebih rentan terkena pneumonia. Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok, tetapi juga melemahkan paru-paru anak-anak mereka,” tegasnya.

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Yudhi Pramono MARS menambahkan bahwa pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita di Indonesia.

Data WHO 2021 menunjukkan pneumonia bertanggung jawab atas 740 ribu kematian anak di bawah usia lima tahun, setara dengan 14% dari total kematian balita di dunia.

“Selain menjadi ancaman nyata, pneumonia juga menempati posisi teratas sebagai penyakit dengan biaya pengobatan tertinggi, yaitu Rp 8,7 triliun pada 2023, berdasarkan data BPJS Kesehatan,” jelas dr Yudhi.

Dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemerintah Indonesia menargetkan penurunan angka kematian balita akibat pneumonia hingga 70% secara nasional. Upaya pencegahan dilakukan melalui:

Vaksinasi: Peningkatan cakupan imunisasi untuk melindungi anak-anak dari infeksi.

Nutrisi: Pemenuhan gizi seperti pemberian ASI eksklusif dan nutrisi seimbang untuk meningkatkan imunitas anak.

Lingkungan Sehat: Pengurangan paparan asap rokok dan perbaikan kualitas udara di rumah.

Prof Dante menggarisbawahi pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk mengatasi pneumonia. “Hari Pneumonia Sedunia, yang diperingati setiap 12 November, menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan melindungi anak-anak dari pneumonia. Pencegahan melalui imunisasi, gizi yang baik, dan lingkungan sehat adalah langkah kunci untuk melawan penyakit ini,” katanya.

Dengan komitmen kuat, pemerintah berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan bebas dari ancaman pneumonia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
KPK Perkuat Kampanye Antikorupsi Lewat Storytelling dan Desain Visual
Revitalisasi SMK Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi, Wamendikdasmen Tekankan Tata Kelola yang Baik
Kemenkes Selidiki Dugaan Intimidasi Terkait Wafatnya dr Icha
Warga Tiga Kecamatan di Labuhanbatu Sambut Perbaikan Jalan, Harap Ekonomi dan Pariwisata Kembali Bangkit
KPK: Transisi Energi Berisiko Tinggi Korupsi, Perempuan Didorong Jadi Pengawal Integritas
Kemendikdasmen Usulkan Penguatan Tata Kelola Pendidikan dalam RUU Sisdiknas
komentar
beritaTerbaru