Rabu, 12 Agustus 2026

Rayakan Ulang Tahun dengan Skrining Kesehatan Gratis Sesuai Usia

Sabtu, 02 November 2024 12:22 WIB
Rayakan Ulang Tahun dengan Skrining Kesehatan Gratis Sesuai Usia
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengumumkan peluncuran program skrining kesehatan gratis yang akan dimulai pada hari ulang tahun setiap warga negara, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2
Jakarta (buseronline.com) - Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Kemenkes RI mengumumkan peluncuran program skrining kesehatan gratis yang dapat diakses oleh seluruh warga Indonesia pada hari ulang tahunnya.

Program inovatif ini direncanakan mulai berlaku pada tahun 2025 dan diharapkan dapat menjadi hadiah spesial dari negara bagi masyarakat.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa program skrining ini bertujuan untuk mendeteksi dini dan mencegah penyakit sesuai dengan kategori usia.

“Skrining ini adalah hadiah ulang tahun dari negara kepada masyarakat, dilakukan setiap hari ulang tahun untuk memastikan kesehatan terpantau secara dini,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis.

Berbeda dengan skrining yang terintegrasi dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup 14 jenis penyakit, skrining ulang tahun ini akan dirancang untuk mendeteksi berbagai penyakit sesuai golongan usia.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini serta meminimalkan risiko kematian dan kecacatan.

Kategori Skrining Berdasarkan Golongan Usia:

1. Skrining Balita: Fokus pada deteksi penyakit bawaan lahir seperti hipotiroid kongenital, yang jika teridentifikasi secara dini dapat diobati untuk mencegah kematian atau kecacatan.

2. Skrining Remaja (di bawah 18 tahun): Meliputi pemeriksaan obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi, untuk mendeteksi masalah kesehatan yang sering muncul pada usia anak hingga remaja.

3. Skrining Dewasa: Difokuskan pada deteksi dini kanker, termasuk kanker payudara dan serviks pada wanita serta kanker prostat pada pria.

4. Skrining Lansia: Meliputi pemeriksaan alzheimer, osteoporosis, serta kesehatan umum terkait penuaan.

Skrining akan dilakukan di Puskesmas dan sekolah-sekolah sesuai dengan kategori usia yang relevan. Kemenkes juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mendukung pendataan.

Warga yang berulang tahun hanya perlu mendatangi Puskesmas terdekat dengan membawa identitas, dan petugas akan memverifikasi data berdasarkan basis data kependudukan untuk mengakses layanan ini.

Melalui program ini, Kemenkes berharap masyarakat Indonesia dapat memantau kondisi kesehatannya sejak dini, menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Dedi Mulyadi Usulkan Batas Gaji Orangtua Penerima KIP Kuliah Naik Jadi Rp10 Juta
Baru Dijanjikan Siang Hari, Traktor Bantuan Mentan Amran Tiba Sore Harinya di Semarang
Kakorbinmas Baharkam Polri Tinjau Satkamling di Cimahi, Perkuat Keamanan Berbasis Masyarakat
Pemprov Sumut Percepat Pembangunan Empat Kabupaten 3T di Kepulauan Nias
297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Didorong Tetap Produktif
DLH Garut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Lingkungan Bersih
komentar
beritaTerbaru