Senin, 29 Juni 2026

Kemenkes RI Resmikan INA-CRC, Pusat Uji Klinis Terintegrasi di Indonesia

Jumat, 18 Oktober 2024 10:10 WIB
Kemenkes RI Resmikan INA-CRC, Pusat Uji Klinis Terintegrasi di Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono bersama Jajaran Kemenkes RI pada sesi penyerahan penghargaan kepada praktisi uji klinis, Rabu (16/10/2024). (Dok/Sehat Negeriku)
Jakarta (buseronline.com) - Kemenkes secara resmi meluncurkan Indonesia Clinical Research Center (INA-CRC) sebagai pusat uji klinis terintegrasi. Acara peluncuran berlangsung di Gedung Eijkman, Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Rabu.

INA-CRC bertujuan untuk mempercepat akses terhadap obat dan vaksin inovatif yang aman bagi masyarakat Indonesia.

INA-CRC berada di bawah Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dan dioperasikan oleh Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika).

Wakil Menteri Kesehatan, Prof Dante Saksono Harbuwono, dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan langkah maju untuk menempatkan Indonesia sebagai pusat penelitian klinis bertaraf internasional.

“Dengan kehadiran INA-CRC, kita dapat mempercepat inovasi terapi gen dan bioteknologi, sesuai dengan karakteristik genetik dan lingkungan lokal, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” ujar Prof Dante.

INA-CRC juga diharapkan dapat memfasilitasi dan mengoordinasikan Clinical Research Units (CRU) di seluruh rumah sakit Indonesia, sekaligus menyederhanakan proses birokrasi dalam penelitian klinis.

Prof Dante mengungkapkan bahwa INA-CRC memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi penelitian klinis bagi industri kesehatan global.

Berdasarkan data, Indonesia hanya mengelola 4% dari uji klinis di Asia Tenggara, meskipun lebih dari 40% populasi kawasan tersebut berada di Indonesia.

“Peluncuran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem uji klinis Indonesia dan meningkatkan daya tarik bagi penelitian klinis internasional,” tambah Prof Dante.

INA-CRC juga berperan dalam mendukung sekitar 3.000 rumah sakit di seluruh Indonesia, dengan tujuan mempercepat inovasi di bidang kesehatan. Selain itu, INA-CRC menyediakan berbagai layanan strategis, seperti pengembangan registri penelitian klinis nasional dan penyederhanaan proses persetujuan etik melalui komite etik sentral.

Dengan kehadiran INA-CRC, Indonesia diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi kesehatan terbaru dan memimpin dalam penelitian klinis global, sejalan dengan transformasi kesehatan nasional yang tengah berlangsung. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Nawal Arafah Yasin Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Lewat Edukasi Kesehatan Reproduksi
KPK Perkuat Kampanye Antikorupsi Lewat Storytelling dan Desain Visual
Revitalisasi SMK Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi, Wamendikdasmen Tekankan Tata Kelola yang Baik
Kemenkes Selidiki Dugaan Intimidasi Terkait Wafatnya dr Icha
Warga Tiga Kecamatan di Labuhanbatu Sambut Perbaikan Jalan, Harap Ekonomi dan Pariwisata Kembali Bangkit
KPK: Transisi Energi Berisiko Tinggi Korupsi, Perempuan Didorong Jadi Pengawal Integritas
komentar
beritaTerbaru