Rabu, 07 Oktober 2026

KKHI Madinah Siap Layani Jemaah Haji yang Butuhkan Pelayanan Kesehatan

Selasa, 14 Mei 2024 07:06 WIB
KKHI Madinah Siap Layani Jemaah Haji yang Butuhkan Pelayanan Kesehatan
KKHI Madinah
Madinah (buseronline.com) - PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan 1445 H/2024 M telah melakukan persiapan untuk operasional menjelang kedatangan jemaah haji.

Pelayanan kesehatan akan dilakukan melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang berada di Daerah Kerja (Daker) Makkah dan Daker Madinah. Pelayanan kesehatan di KKHI setingkat dengan pelayanan Rumah Sakit Tipe C di Indonesia.

KKHI Madinah yang berada di Distrik AL Aridh, Jalan Al Amir Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah, menyediakan pelayanan kesehatan berupa Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), dokter gigi dan dokter spesialis, laboratorium, farmasi, serta radiologi.

Selain itu, KKHI Madinah menyediakan 10 unit mobil ambulans untuk melakukan mobilisasi dan evakuasi jemaah sakit. Untuk memfasilitasi ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS), ambulans-ambulans tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi, yakni dua unit di Bandara Madinah, lima unit di sektor, dan tiga unit di KKHI.

KKHI Madinah juga mempunyai ruang rawat inap dengan daya tampung sebanyak 62 tempat tidur yang terdiri dari 10 tempat tidur di IGD, delapan tempat tidur di HCU, delapan tempat tidur di ruang psikiatri, dan 18 tempat tidur masing-masing untuk ruang rawat inap perempuan serta ruang rawat inap laki laki.

Adapun, tenaga kesehatan yang bertugas di KKHI Madinah berjumlah 68 orang tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis bedah, dokter spesialis kesehatan jiwa, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, apoteker, perawat, sanitarian, ahli gizi, surveilans, serta tenaga pendukung kesehatan.

Menurut Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah Muhamad Firdaus ST MT MKes, sesuai arahan dari Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan, pelayanan kesehatan yang diberikan bertujuan menekan angka kesakitan dan kematian jemaah haji.

Selain itu, pelayanan kesehatan untuk memantau secara berkala kondisi kesehatan jemaah haji, menggunakan fasilitas kesehatan yang ada dengan maksimal, memperkuat koordinasi, memaksimalkan rumah sakit rujukan di Arab Saudi, serta menjaga nama baik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Indonesia.

“KKHI madinah sudah siap dalam melayani jemaah haji,” kata Muhamad Firdaus menegaskan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara
TP PKK Medan Ajak Anak Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun
komentar
beritaTerbaru