Minggu, 23 Agustus 2026

Kasus DBD di RI Ngegas Terus

Rabu, 27 Maret 2024 09:13 WIB
Kasus DBD di RI  Ngegas  Terus
Wamenkes RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD PhD KEMD.
Jakarta (buseronline.com) - Puncak kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia lebih sering terjadi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD PhD KEMD, puncak DBD saat ini terjadi kurang lebih tiga tahun sekali, dari semula baru akan mencapai puncak di 10 tahun setelah kasus sebelumnya terlewati.

Misalnya, dari puncak DBD tahun 1986 baru terjadi lagi di 1998, kemudian tren berikutnya di tahun 1998 hingga 2008.

Setelah itu, puncak DBD relatif lebih intens, dari tahun 2012 ke 2014, lalu kembali terjadi di tahun 2020 dan 2022.

"Terjadi pemendekan siklus tahunan dari 10 tahun menjadi 3 tahun bahkan kurang. Kasus dengue ini meningkat seiring dengan fenomena El Nino," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta.

Dari data yang diperoleh Kemenkes RI, berikut 5 kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi:
- Kota Bandung: 1.301 kasus
- ⁠Kota Kendari: 1.195 kasus
- ⁠Bandung Barat: 955 kasus
- ⁠Kota Bogor: 939 kasus
- ⁠Subang: 824 kasus

5 Kabupaten/Kota dengan kasus Kematian Tertinggi:
- Jepara: 17 kasus
- ⁠Kabupaten Bandung: 14 kasus
- ⁠Subang: 13 kasus
- ⁠Kendal: 13 kasus
- ⁠Blora: 9 kasus

Total kasus kematian DBD di Indonesia tercatat sebanyak 316 kematian hingga Februari 2024.

Sementara kasus kumulatif di 2024 tercatat sebanyak 38.462 kasus dengan Provinsi Jawa Barat menyumbang terbanyak pasien DBD yakni 10.428 pasien. Disusul Provinsi Jawa Timur dengan kisaran 3.600 pasien. (R3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bandara Husein Sastranegara Disiapkan Jadi Etalase Produk UMKM Kota Bandung
Real Betis Tekuk Real Sociedad 1-0, Rodrigo Riquelme Jadi Penentu
Cristiano Ronaldo Cetak Gol Perdana, Al Nassr Hancurkan Al Riyadh 4-0
Arsenal Hajar Coventry City 3-0 di Laga Pembuka Premier League 2026-27
Eks Pabrik Kina Bandung Jadi Jejak Sejarah Industri Farmasi Indonesia
Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
komentar
beritaTerbaru