Kamis, 08 Oktober 2026

Pemusnahan 1 Ton Roti Viral Milk Bun Thailand, Tidak Berizin BPOM

Senin, 11 Maret 2024 11:22 WIB
Pemusnahan 1 Ton Roti Viral Milk Bun Thailand, Tidak Berizin BPOM
Satu ton roti milk bun Thailand viral yang masuk ke Indonesia dimusnahkan oleh pihak Bea Cukai Soekarno-Hatta, Senin (11/3/2024).
Jakarta (buseronline.com) - Sebanyak satu ton roti milk bun Thailand viral yang masuk ke Indonesia dimusnahkan oleh pihak Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Jumlah roti viral yang akhirnya dimusnahkan dengan cara dibakar dengan mesin insinerator tersebut mencapai 2.564 boks dengan nilai kurang lebih Rp400 juta.

Bea Cukai Soekarno-Hatta menuturkan bahwa ribuan kotak roti viral Thailand tersebut didapatkan dari 33 penindakan selama bulan Februari 2024.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo menuturkan bahwa dalam aturan yang ada, penumpang hanya boleh membawa maksimal 5 kg makanan olahan.

"Kenapa kami lakukan penindakan, karena sudah melanggar aturan BPOM yang membatasi barang bawaan penumpang itu hanya 5 kg saja, selebihnya harus ada izin edar," ucap Gatot dalam keterangan resmi kepada media.

Gatot menuturkan ada dugaan bahwa ‘milk bun’ Thailand yang viral memiliki kandungan pengawet yang tinggi.

Hal ini diketahui lantaran roti masih awet bahkan beberapa saat menjelang pemusnahan.

Padahal roti tersebut sudah disita oleh pihak Bea Cukai Soekarno-Hatta semenjak Februari.

"Ini awet ya, padahal bulan Februari ini loh tapi masih awet. Pengawetnya luar biasa berarti nggak sehat. Makanan sehat itu cepat busuk, sama seperti buah. Kalau ada awet, nggak tahu ada apanya," jelas Gatot.

Gatot menuturkan banyak penumpang yang menyalahi aturan lantaran membawa puluhan hingga ratusan ‘milk bun’ dengan berbagai varian.

Besar dugaan bahwa seluruh produk tersebut merupakan jasa titip (jastip) atau untuk tujuan komersial.

"Dari 33 penindakan, rata-rata setiap penumpang membawa puluhan hingga ratusan buah milk bun berbagai varian. Jumlah ini tidak wajar jika untuk konsumsi pribadi, besar dugaan untuk tujuan komersial atau jasa titipan. Selain itu penumpang juga tidak memiliki izin edar BPOM, yang merupakan syarat untuk membawa barang tersebut," kata Gatot.

Ia mengimbau masyarakat untuk mentaati ketentuan yang berlaku dan turut mendukung industri makanan dalam negeri yang terjamin keamanannya oleh BPOM RI.

Dukungan ini menurutnya tidak hanya berkontribusi pada ekonomi, namun memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dan berkualitas.

Berkaitan dengan pemusnahan ‘milk bun’ viral asal Thailand ini, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan RI menuturkan bahwa langkah ini merupakan salah satu bentuk upaya perlindungan masyarakat.

Makanan yang tidak memiliki ijin edar BPOM dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.

Ini mengacu pada peraturan BPOM RI Nomor 28 Tahun 2023. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang Mojaza Sirait berkata bahwa pihaknya selalu akan melakukan pengawasan dari sebelum produksi hingga post market.

Hal ini meliputi bahan baku apa saja yang akhirnya digunakan dalam pembuatan produk makanan. (R3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara
komentar
beritaTerbaru