Kamis, 08 Oktober 2026

Menkes Ungkap Biang Kerok Penyebab Kasus DBD Ngegas Awal 2024

Rabu, 06 Maret 2024 11:18 WIB
Menkes Ungkap Biang Kerok Penyebab Kasus DBD Ngegas Awal 2024
Menkes RI Ir Budi Gunadi Sadikin.
Jakarta (buseronline.com) - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di tengah masuknya musim pancaroba.

Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Menkes RI Ir Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kenaikan kasus DBD ini memang tengah terjadi di seluruh dunia.

Hal ini terjadi saat El Nino, terjadi perubahan iklim, nyamuk menjadi lebih banyak dan menularkannya.

"Kemarin kan El Nino, karena kekurangan pangan, curah hujannya terganggu, jadi memang pasti naik," ungkap Menkes Budi saat ditemui media di Jakarta Pusat.

"Tetapi, yang saya bandingkan dari tahun ke tahun sebenarnya kita not bad. Di Indonesia itu 100-120 ribuan kasus setahun. Nah kalau saya lihat, angkanya masih sekitar 11-13 ribu. Jadi, dibandingkan tahun lalu, relatif sama," jelas Menkes Budi.

Menkes Budi juga menjelaskan demam berdarah dengue memang termasuk penyakit musiman.

Namun, jika dibandingkan dengan kasus tahun lalu, angka kasus DBD di Indonesia masih relatif sama meski ada El Nino.

"Demam berdarah itu ada musimnya. Memang sekarang lagi musimnya tinggi nih, sekarang begitu masa transisi, demam berdarah naik," kata Menkes Budi.

"Kemarin saya baru pulang dari Brasil, tinggi sekali angka demam berdarah. Itu 10 kali lipatnya kita di Indonesia,” sambung Menkes Budi.

Agar kasus demam berdarah tidak lagi meningkat, Menkes Budi mengimbau untuk:
1. Bersihkan genangan air yang ada di lingkungan agar tidak ada nyamuk yang menetap di sana
2. ⁠Pakai baju lengan panjang jika ingin bepergian ke tempat yang banyak tanaman atau tumbuh-tumbuhan, agar tidak digigit nyamuk.

"Dan untuk dengue kan pengobatannya sudah ada, jelas. Yang penting, begitu kena, cek trombosit, mulai pengobatan dan kasih cairan yang cukup," tutup Menkes Budi. (R3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital
FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara
komentar
beritaTerbaru