Rabu, 19 Agustus 2026

Dokter Indonesia Lulusan Jerman Dapat Kembali Mengabdi di Indonesia Dengan Cepat dan Mudah

Kamis, 23 November 2023 09:59 WIB
Dokter Indonesia Lulusan Jerman Dapat Kembali Mengabdi di Indonesia Dengan Cepat dan Mudah
Penandatanganan MoU antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Konsil Kedokteran Jerman untuk kerjasama di bidang pertukaran dan pemahaman Bersama tentang sistem Pendidikan kedokteran di Indonesia dan Jerman, pada tanggal 7 November 2023. (Dok/Ke
Jakarta (buseronline.com) - Dokter spesialis Indonesia lulusan Jerman yang saat ini telah bekerja di Jerman, kini dapat kembali mengabdi di Indonesia dengan cepat dan mudah.

Hal ini disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Konsil Kedokteran Jerman (Bundesaerztekammer) untuk kerjasama di bidang pertukaran dan pemahaman bersama tentang sistem pendidikan kedokteran di Indonesia dan Jerman, pada tanggal 7 November 2023 lalu.

Dokter dan dokter spesialis asal Indonesia yang menimba ilmu dan bekerja di Jerman, saat ingin pulang ke Tanah Air, akan dipermudah untuk proses verifikasi dokumen dan penyertaan oleh kementerian Kesehatan Indonesia.

Penandatanganan dilakukan antara Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, drg Arianti Anaya, dan Presiden Bundesärztekammer, Dr Klaus Reinhardt disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno beserta sejumlah pengurus IASI.

Dirjen Tenaga Kesehatan Kementerian Indonesia Arianti Anaya menekankan bahwa nota kesepahaman ini adalah untuk kepentingan Indonesia, kita ingin menarik dokter Indonesia yang sudah selesai belajar dan bekerja di Jerman agar kembali ke Indonesia.

“Untuk proses kembali dan bekerja di Indonesia kami perlu validasi data sekolah dimana, bekerja dimana, berapa lama. Dengan kerjasama dengan Bumdes Aerztekammer, proses validasi dan administrasi bisa lebih singkat," ujarnya.

Ketua IASI Jerman dr Prasti Pomarius menyampaikan kegembiraannya atas ditandatanganinya nota kesepakatan ini.

“Sistem kedokteran di Jerman menganut hospital based, sementara Indonesia menganut university based. Sebetulnya ini masalah yang tidak terlalu besar dimana harus ada komunikasi antara pihak pemberi izin praktek dokter Jerman dan pemerintah Indonesia dan ini harus dijembatani,” ujar Prasti.

Prasti menjabarkan bahwa proses ditandatanganinya nota kesepahaman tersebut berawal dari webinar pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika dan Eropa, pada April 2022.

Webinar itu dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menkes membujuk para dokter Indonesia yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke tanah air.

Saat itu Menkes berjanji prosesnya akan lebih mudah. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan permintaan Presiden Joko Widodo. Semua prosesnya akan dibikin transparan.

“Kami akan memudahkan dan memperjelas proses adaptasi dokter dokter yang masuk dari luar negeri,“ janji Menkes. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT
Bupati Toba Dorong Pengembangan Bawang Putih untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Bupati Taput Dukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkab Taput Perkuat Komitmen Lindungi Orangutan Tapanuli dan Hutan Tapanuli
Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026
Polri Perkuat Sistem Pengaduan Kontinjensi Berbasis Digital untuk Percepat Respons Keamanan
komentar
beritaTerbaru