Jumat, 30 Oktober 2026

Kemenkes Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi 175 Wartawan Senior, Temukan Kasus Hipertensi

Jumat, 30 Oktober 2026 15:40 WIB
Kemenkes Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi 175 Wartawan Senior, Temukan Kasus Hipertensi
Kemenkes RI bersama SWSI menggelar CKG bagi 175 wartawan senior berusia 60 tahun ke atas di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 175 wartawan senior berusia 60 tahun ke atas di Kantor Kemenkes, Jakarta, pada 26 Oktober 2026.

Dilansir dari laman Kemkes, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan rutin dan deteksi dini penyakit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, menjaga kesehatan harus dilakukan sebelum muncul gejala penyakit. Pemeriksaan rutin, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh, penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut dapat membantu mengidentifikasi risiko berbagai penyakit, termasuk stroke, penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal. "Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga orang tetap sehat, sebelum mereka sakit," ujar Budi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghentikan konsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Selain rutin memeriksakan kondisi tubuh, masyarakat perlu menjaga pola makan, mencukupi waktu tidur, dan berolahraga secara teratur.

Dalam kegiatan CKG tersebut, para peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, skrining risiko tuberkulosis (TB) dan hepatitis, deteksi dini penyakit jantung, serta pemeriksaan IVA untuk mendeteksi kanker serviks. Peserta juga mendapatkan konsultasi dokter secara gratis.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental jurnalis yang menghadapi tekanan pekerjaan dan situasi peliputan berat.

Meutya mendorong perusahaan media menyediakan ruang pemulihan bagi jurnalis setelah menjalankan tugas berat. Ia juga mengingatkan pekerja media agar mengenali batas kemampuan diri dan mengambil jeda ketika merasa kewalahan.

"Perusahaan media perlu memberikan ruang pemulihan bagi jurnalis usai meliput tugas berat, perlu mengenali batas kemampuan diri dan mengambil jeda ketika merasa kewalahan. Ingat, aktivitas fisik dan olahraga juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental," kata Meutya.

Ketua SWSI Wahyu Muryadi mengungkapkan, hasil pemeriksaan menemukan sejumlah peserta mengalami tekanan darah tinggi. Bahkan, seorang peserta memiliki tekanan darah mencapai 217/145 mmHg dan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, beberapa peserta diketahui mengalami katarak dan direncanakan menjalani pemeriksaan mata lanjutan. Peserta yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut diarahkan ke puskesmas atau rumah sakit dengan memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan.

Salah satu peserta, Boy Noya (63), mantan jurnalis dan presenter ANTV serta Metro TV, mengaku hasil pemeriksaan kesehatannya secara umum baik. Ia hanya mendapati kadar kolesterol sedikit meningkat dan tidak menemukan kondisi lain yang mengkhawatirkan.

Boy mengatakan, dirinya berusaha menjaga kebugaran dengan rutin berlari dua hingga tiga kali seminggu dan bersepeda satu kali seminggu. Ia juga menjaga pola tidur, menghindari begadang, mengurangi stres, serta menerapkan pola makan sehat.

Melalui kegiatan ini, Kemenkes bersama SWSI berharap para wartawan senior semakin peduli terhadap kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan. Deteksi dini diharapkan dapat membantu menemukan risiko penyakit lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Perkuat Sandbox Kesehatan, 11 Inovator Hadirkan Solusi Digital
Kemenkes dan IDI Perkuat Kolaborasi Reformasi Pembiayaan JKN dan Perlindungan Dokter
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla di Palangkaraya
Kemenkes Perkuat Upaya Pencegahan Kebutaan, Targetkan Satu Juta Orang Jalani Deteksi Dini Gangguan Penglihatan
Kemenkes Catat 109 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Kasus TB Mulai Menurun
Kemenkes Percepat Pemerataan Dokter Spesialis, 55.192 Dokter Masih Dibutuhkan
komentar
beritaTerbaru