Sabtu, 17 Oktober 2026

Kabut Asap Selimuti Medan, Dinkes Ingatkan Bahaya Gangguan Pernapasan

Sabtu, 17 Oktober 2026 16:00 WIB
Kabut Asap Selimuti Medan, Dinkes Ingatkan Bahaya Gangguan Pernapasan
Flayer langkah mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Medan (buseronline.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap menyusul memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah.

Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Kota Medan tercatat mencapai 116,3 mikrogram per meter kubik, atau berada di atas ambang batas baku mutu udara ambien nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Syahputra Pulungan mengatakan masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.

Imbauan tersebut disampaikan sesuai arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sebagai langkah mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (14/10/2026) pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Kota Medan mencapai 116,3 µg/m³. Angka tersebut melampaui nilai ambang batas baku mutu udara ambien nasional sebesar 55 µg/m³ berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Surya menjelaskan, paparan partikulat halus PM2.5 dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

"Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit penyerta lainnya perlu mendapat perhatian khusus," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama kabut asap berlangsung, seperti batuk, sesak napas, nyeri dada, dan mata perih.

Warga yang mengalami keluhan tersebut diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Selain membatasi aktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang sesuai ketika harus berada di luar ruangan. Warga juga diminta memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal informasi resmi BMKG.

Dinkes Medan turut mengingatkan orang tua agar membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah. Sementara itu, keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat asma atau gangguan pernapasan diminta lebih waspada terhadap kemungkinan munculnya gejala.

Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan air putih. Warga diminta tidak melakukan pembakaran terbuka, baik sampah maupun lahan, karena dapat memperburuk pencemaran udara.

Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di wilayah yang diselimuti asap.

Dinkes Kota Medan berharap masyarakat dapat mengikuti imbauan tersebut untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kualitas udara belum membaik. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Rico Waas Apresiasi Konjen Jepang, Dorong Penguatan Kerja Sama Medan dan Ichikawa
Kabut Asap Selimuti Sumut, Pemko Medan Berlakukan PJJ untuk PAUD hingga SMP pada 16-21 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Medan, Rico Waas Siapkan 1.800 Kotak Masker untuk Warga
MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Dekranasda Medan Dorong UMKM Perluas Pasar
Bobby Nasution Gandeng Polda Sumut Berantas Narkoba dan Tingkatkan Keamanan Pariwisata
Pemko Medan Perkuat Penanggulangan TBC melalui Tracing dan Cek Kesehatan Gratis
komentar
beritaTerbaru