Ia menambahkan, koordinasi yang telah berjalan perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat bersedia mengikuti skrining TBC. Selain penguatan tracing dan CKG, rapat koordinasi tersebut membahas pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis.
Program ini diharapkan memperkuat peran pemerintah di tingkat kelurahan serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan penularan, penemuan kasus, dan penanggulangan TBC secara berkelanjutan.
Dinas Kesehatan Kota Medan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai gejala TBC, pencegahan penularan, dan pentingnya pemeriksaan dini.
Warga yang mengalami gejala atau termasuk kelompok berisiko dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia secara gratis melalui fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Medan berharap pelaksanaan skrining semakin tepat sasaran, penemuan kasus dapat dipercepat, dan upaya eliminasi TBC di Kota Medan pada 2030 dapat tercapai. (P3)
beritaTerkait
komentar