Sabtu, 10 Oktober 2026

Ketua TP Posyandu Pati Dorong Penguatan Kelembagaan dan Kualitas Pelayanan

Sabtu, 10 Oktober 2026 10:40 WIB
Ketua TP Posyandu Pati Dorong Penguatan Kelembagaan dan Kualitas Pelayanan
Foto bersama di Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel New Merdeka, Kamis (8/10/2026).

Pati (buseronline.com) - Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Pati Dwi Risma Ardhi Chandra mendorong seluruh Posyandu di Kabupaten Pati agar tidak hanya berstatus aktif, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dilansir dari laman Jatengprov, hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel New Merdeka, pada 8 Oktober 2026.

Dwi menegaskan, keberhasilan Posyandu membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga berbagai unsur yang terlibat dalam enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

"Kita perlu memberikan dukungan, agar Posyandu benar-benar aktif, hidup, dan memberikan manfaat nyata," ujarnya.

Menurut Dwi, penguatan Posyandu harus dilakukan melalui pembinaan secara berjenjang dan berkelanjutan. Pemantauan serta evaluasi rutin juga diperlukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Selain itu, peningkatan kapasitas kader menjadi perhatian penting karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan Posyandu. Peningkatan tersebut perlu mencakup pengetahuan dan keterampilan teknis agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Ia menekankan, evaluasi tidak boleh hanya berfokus pada angka capaian maupun status aktif dan tidak aktif. Evaluasi harus mampu mengidentifikasi keberhasilan, kendala, serta dukungan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

"Evaluasi bukan sekadar melihat angka capaian atau menentukan Posyandu aktif dan tidak aktif. Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih menjadi kendala, dan dukungan apa yang dibutuhkan," jelasnya.

Dwi juga menyoroti pentingnya memperkuat koordinasi antara Posyandu, Puskesmas, dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis pengampu enam bidang SPM. Sinergi tersebut diperlukan agar data dan informasi dari lapangan dapat terhubung dengan program serta pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam hal ini, Tim Pembina Posyandu bertugas memperkuat pembinaan, pemerintah desa memberikan dukungan terhadap kelembagaan dan fasilitas, sedangkan Puskesmas memperkuat pelayanan serta pendampingan. Sementara itu, kader diharapkan aktif menjalankan perannya dan masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu.

Dukungan pemerintah desa terhadap kelembagaan, kader, serta penyediaan sarana dan prasarana juga perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, komunikasi terbuka dan koordinasi yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan Posyandu.

Lebih lanjut, Dwi menegaskan bahwa hasil evaluasi harus menjadi dasar perbaikan secara berkelanjutan agar setiap Posyandu semakin tertib dalam pengelolaan, kuat dalam kelembagaan, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan.

"Pada akhirnya, keberhasilan Posyandu ditentukan dari seberapa besar manfaat yang diberikan bagi masyarakat," tegasnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Dwi mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Posyandu Kabupaten Pati yang aktif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bunda PAUD Jateng Dorong Pembelajaran Koding dan Robotik di Sekolah
72 UMKM Jawa Tengah Ramaikan Inacraft, Bidik Pasar Internasional
Jateng Matangkan Program Gentengisasi, Bidik Penguatan IKM Lokal
DWP Jateng Dorong Perempuan Siapkan Kualitas Hidup Sejak Dini
Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM
Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga
komentar
beritaTerbaru