Selasa, 06 Oktober 2026

Perubahan Perilaku Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Jiwa

Selasa, 06 Oktober 2026 12:20 WIB
Perubahan Perilaku Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Jiwa
Workshop Kesehatan Mental yang digelar DP3AP2KB Kabupaten Batang di Aula BPKPSDM, Kamis (1/10/2026).

Batang (buseronline.com) - Perubahan perilaku seseorang, seperti menjadi lebih pendiam, jarang bersosialisasi, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan tidur, bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan jiwa.

Dilansir dari laman Jatengprov, hal tersebut disampaikan Psikiater RSUD Batang, Rilla Fiftina Hadi, dalam Workshop Kesehatan Mental yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang di Aula BPKPSDM, pada 1 Oktober 2026.

Rilla mengatakan, persoalan kesehatan jiwa tidak selalu mudah dikenali karena gejalanya tidak selalu terlihat secara kasat mata. Oleh sebab itu, perubahan perilaku yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari perlu menjadi perhatian orang-orang di sekitarnya.

"Salah satu tanda yang bisa dideteksi adalah perubahan perilaku seseorang yang sering kali jadi lebih pendiam dari sebelumnya, jarang bersosialisasi, konsentrasi dalam pekerjaan juga mulai terganggu. Bisa juga adanya gangguan kesulitan tidur, yang menjadi beberapa tanda yang patut diperhatikan," jelasnya.

Menurut Rilla, ketika mulai muncul tanda-tanda tersebut, seseorang dapat melakukan sejumlah langkah awal, salah satunya dengan memperbaiki pola tidur dan istirahat.

"Waktu tidur malam harus diperhatikan, dan jangan diganti dengan tidur siang, lalu coba berkomunikasi dengan orang terdekat dan dipercaya," imbaunya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari orang terdekat. Seseorang yang sedang menghadapi masalah kesehatan mental sebaiknya diajak berkomunikasi dengan pendekatan yang tidak menghakimi maupun memojokkan.

Rilla menjelaskan, gangguan kesehatan jiwa dapat dipengaruhi berbagai faktor, baik biologis maupun psikologis. Pengalaman perundungan juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di lingkungan sekitar. Kepedulian tersebut dinilai penting sebagai langkah awal untuk memberikan dukungan dan mendorong seseorang mendapatkan bantuan yang sesuai.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Batang, Weni Ary Susanti mengatakan pihaknya membentuk Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa).

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak, sekaligus membantu mencarikan solusi yang tepat.

"Kaum perempuan yang tergabung dalam Puspa ini nantinya bisa jadi tempat untuk mengadu, khususnya permasalahan perempuan dan anak, sehingga menemukan solusi yang tepat," harapnya.

Keberadaan Puspa diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam perlindungan perempuan dan anak serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli terhadap persoalan kesehatan mental dan kesejahteraan keluarga. (R)

beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru