Kamis, 10 September 2026

Pemko Medan Revitalisasi 31 Fasilitas Kesehatan, Anggaran Capai Rp125,9 Miliar

Kamis, 10 September 2026 12:45 WIB
Pemko Medan Revitalisasi 31 Fasilitas Kesehatan, Anggaran Capai Rp125,9 Miliar
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan John Ester Lase.

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai merevitalisasi 31 fasilitas kesehatan pada 2026. Program yang dipimpin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap tersebut meliputi pembangunan puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) baru serta rehabilitasi sejumlah puskesmas.

Total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai sekitar Rp125,9 miliar. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2026.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan John Ester Lase mengatakan awalnya terdapat 33 paket kegiatan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan yang direncanakan tahun ini.

Rinciannya, tiga puskesmas dan sembilan pustu akan dibangun baru, sedangkan 21 puskesmas direhabilitasi. Namun, dua kegiatan akhirnya tidak dilaksanakan pada 2026, yakni rehabilitasi Puskesmas Bromo di Kecamatan Medan Denai dan pembangunan Pustu Harjosari II di Kecamatan Medan Amplas.

Dengan demikian, terdapat 31 paket pekerjaan yang tetap berjalan. Jumlah tersebut terdiri atas tiga pembangunan baru puskesmas, delapan pembangunan baru pustu dan 20 rehabilitasi puskesmas.

John menjelaskan, rehabilitasi Puskesmas Bromo dibatalkan setelah pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi bangunan dinilai sudah tidak memungkinkan untuk direhabilitasi.

"Awalnya mau kita rehab. Ternyata situasi di lapangan, kondisi bangunannya sudah seharusnya dibangun baru," ujar John saat ditemui di kantornya, pada 9 September 2026.

Selain kondisi bangunan yang sudah tidak layak, lokasi Puskesmas Bromo juga berada di kawasan rawan banjir. Menurut John, rehabilitasi tidak akan memberikan hasil maksimal apabila bangunan tetap berada pada kondisi dan ketinggian yang sama.

Karena itu, Pemko Medan memutuskan menggeser rencana rehabilitasi tersebut menjadi pembangunan baru pada 2027. Nantinya, lahan Puskesmas Bromo juga akan ditinggikan melalui penimbunan untuk mengurangi risiko genangan.

"Kalau kita rehab pun, enggak ada manfaatnya, toh kena banjir juga. Akhirnya kita ambil kesimpulan, itu nanti kita geser anggarannya di tahun depan bangun baru," katanya.

Sementara itu, pembangunan Pustu Harjosari II ditunda karena status aset tanah yang akan digunakan belum dapat dipastikan sebagai milik Pemko Medan. Karena persoalan status aset tersebut belum selesai, pembangunan tidak dilanjutkan tahun ini.

John menegaskan, keputusan untuk merehabilitasi atau membangun baru fasilitas kesehatan disesuaikan dengan kondisi bangunan dan kebutuhan di lapangan. "Kalau memang bangunannya masih bisa kita pakai, tetap kita lanjutkan. Cuma kita poles," ujarnya.

Sebaliknya, bangunan dengan konstruksi yang sudah tidak layak atau membutuhkan pengembangan besar akan dibongkar dan dibangun kembali. Salah satunya adalah Puskesmas Rengas Pulau di Kecamatan Medan Marelan.

Puskesmas tersebut membutuhkan penambahan luas bangunan dari satu lantai menjadi dua lantai. Namun, konstruksi bangunan lama dinilai tidak mampu menopang tambahan lantai sehingga harus dibongkar.

"Kalau kita mau menambah luasan, bangunan di lapangan sekarang satu lantai, sementara kalau kita mau bikin dua lantai, konstruksi yang sekarang tidak mampu mendukung bangunan dua lantai. Makanya harus kita bongkar," jelas John.

Selain Puskesmas Rengas Pulau, dua puskesmas lainnya yang dibangun baru adalah Puskesmas Glugur Darat dan Puskesmas Tuntungan. Ketiganya memiliki pagu anggaran masing-masing sekitar Rp11,99 miliar.

Saat ini, pekerjaan ketiga puskesmas tersebut memasuki tahap awal berupa pembersihan dan pembongkaran bangunan lama.

Adapun delapan pustu yang dibangun baru meliputi Pustu Labuhan Deli, Medan Permai, Bagan Deli, Tanah Enam Ratus, Gedung Johor, Desa Nelayan, Amplas dan Tanjung Rejo. Masing-masing memiliki pagu anggaran sekitar Rp2,99 miliar.

Sementara itu, 20 puskesmas direhabilitasi dengan pagu anggaran masing-masing sekitar Rp3,3 miliar. Puskesmas tersebut meliputi Tegal Sari, Teladan, Pekan Labuhan, Medan Denai, Suka Ramai, Desa Binjai, Desa Lalang, Kampung Baru, Medan Area Selatan, Pasar Merah, Bestari, Rantang, Helvetia, Martubung, Glugur Kota, Pulo Brayan, Medan Sunggal, Darussalam, Titi Papan dan Medan Deli.

John mengatakan revitalisasi fasilitas kesehatan tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan. Pemko Medan juga ingin menciptakan fasilitas kesehatan yang lebih nyaman, segar dan humanis bagi masyarakat.

Pembenahan dapat dilakukan pada bagian interior, fasad hingga lobi. Ruang pelayanan akan dibuat lebih terbuka dan nyaman, namun tetap mengikuti standar bangunan fasilitas kesehatan.

Aspek teknis juga tetap menjadi perhatian. Fasilitas seperti unit gawat darurat, poli umum, poli gigi, laboratorium, apotek, ruang gizi serta akses bagi penyandang disabilitas akan disesuaikan dengan kebutuhan dan standar bangunan kesehatan.

Menurut John, pendekatan tersebut dilakukan agar revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih bagus, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas dan kenyamanan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Seluruh pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan yang dilaksanakan pada 2026 ditargetkan rampung pada pertengahan Desember mendatang. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Medan Ajukan Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Jadi Rp7,13 Triliun
Pemko Medan dan Bank Sumut Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah
Wawalkot Medan Tegaskan Sekolah Pascabencana Harus Aman dan Tangguh
Uniqlo Kurasi Produk UMKM Medan, Buka Peluang Tembus Pasar Global
Pemko Medan Tegaskan Komitmen Dukung Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Pemko Medan dan DPRD Sepakati KUA-PPAS Perubahan 2026 dan R-APBD 2027
komentar
beritaTerbaru