Senin, 07 September 2026

Polda Lampung Siagakan Tim Kesehatan Hadapi Erupsi Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 17:25 WIB
Polda Lampung Siagakan Tim Kesehatan Hadapi Erupsi Anak Krakatau
Polda Lampung memperkuat kesiapsiagaan kesehatan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Lampung (buseronline.com) - Polda Lampung memperkuat kesiapsiagaan kesehatan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Dilansir dari laman Humas Polri, melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), Polda Lampung menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap personel kepolisian maupun masyarakat.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri menghadapi kemungkinan dampak erupsi.

"Polda Lampung mengedepankan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. Personel yang bertugas di lapangan juga kami pastikan mendapatkan perlindungan, termasuk masker," kata Yuni, pada 5 September 2026.

Selain memastikan perlindungan bagi personel yang melakukan patroli, Biddokkes Polda Lampung turut membagikan masker kepada masyarakat di sekitar kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung.

Masyarakat yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik juga diimbau meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara mulai terdampak abu vulkanik.

"Jika abu vulkanik mulai terpapar di lingkungan masyarakat, kami mengimbau warga menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.

Untuk memperkuat kesiapan penanganan, Biddokkes Polda Lampung juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Koordinasi dilakukan guna memastikan kesiapan tim tanggap darurat apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Kesiapan tersebut meliputi mobilisasi tim untuk evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga fasilitas kesehatan rujukan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit tipe A.

"Koordinasi lintas sektor terus dilakukan. Kami ingin memastikan apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi atau pelayanan kesehatan, seluruh unsur sudah siap bergerak," kata Yuni.

Selain itu, Biddokkes Polda Lampung berkoordinasi dengan para direktur rumah sakit melalui Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) untuk menyiapkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pelayanan kesehatan dalam jumlah besar maupun penanganan korban massal.

Berdasarkan laporan khusus Badan Geologi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Sejak 2 Juli 2026, gunung api tersebut dilaporkan mengalami rangkaian erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik.

Pada 5 September 2026 pukul 23.07 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi menerus disertai suara gemuruh. Semburan merah menyala yang menyerupai lava fountain juga teramati dari pos pengamatan.

Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

Yuni mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tidak mengabaikan peringatan maupun informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi jangan mengabaikan peringatan. Ikuti informasi resmi dan apabila berada di wilayah terdampak abu vulkanik, gunakan masker serta kurangi aktivitas di luar ruangan," tegasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polda Lampung Ungkap 75 Kasus Kejahatan Jalanan, 95 Tersangka Diamankan
Polda Lampung Bongkar Kasus Curanmor Berdarah yang Tewaskan Anggota Polisi
komentar
beritaTerbaru