Senin, 26 Oktober 2026

BPBD Jabar Dirikan 82 Posko Mudik Idulfitri 2026 untuk Antisipasi Bencana

Sabtu, 14 Maret 2026 01:06 WIB
BPBD Jabar Dirikan 82 Posko Mudik Idulfitri 2026 untuk Antisipasi Bencana
Sejumlah unsur TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait berfoto bersama usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026). (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat bersama BPBD kabupaten/kota akan mendirikan 82 Posko Mudik Idulfitri di berbagai wilayah Jawa Barat.

Dilansir dari laman Jabarprov, pendirian posko tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana selama arus mudik Idulfitri 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali mengatakan bahwa posko mudik tersebut terdiri atas posko utama dan posko pendukung.

Posko utama akan ditempatkan di kantor BPBD kabupaten/kota, sedangkan posko pendukung didirikan di sejumlah lokasi yang berpotensi terjadi bencana seperti jalur rawan longsor, daerah rawan banjir, serta kawasan wisata alam.

Menurut Teten, jumlah posko pendukung di setiap daerah berbeda-beda, tergantung pada tingkat potensi bencana di wilayah tersebut. Beberapa daerah bahkan memiliki hingga lima posko pendukung, seperti di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.

Sementara daerah lainnya memiliki antara satu hingga empat posko pendukung. Di setiap posko, BPBD akan menyiapkan personel serta berbagai peralatan penanggulangan bencana.

Selain itu, petugas BPBD juga akan dibantu oleh sejumlah pihak, termasuk relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan organisasi kemanusiaan lainnya.

“Selain memberikan layanan penanganan bencana, BPBD juga menyediakan tempat istirahat bagi para pemudik di Posko Mudik Idulfitri,” ujar Teten, Kamis.

Posko Mudik Idulfitri tersebut rencananya akan mulai beroperasi pada 14 Maret hingga 28 Maret 2026. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca selama Idulfitri 2026 didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan lebat. Jawa Barat diperkirakan berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi selama periode tersebut.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca selama perjalanan mudik melalui berbagai layanan informasi cuaca, seperti System of Interactive Aviation Meteorology (INASIAM) untuk penerbangan, Indonesia Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk pelayaran, serta Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Sumut Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Ahmad Luthfi Raih Detik Jateng-Jogja Award 2026, Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun
Korbrimob Polri Hadiri NCT APAC 2026, Perkuat Kemampuan Hadapi Ancaman Bahan Peledak
CKG Sumut Capai 32,81 Persen, Target 46 Persen hingga Akhir 2026
Bobby Nasution Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Selat Malaka
Pemko Medan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa, Maksimal Rp6 Juta per Semester
komentar
beritaTerbaru