Selasa, 08 September 2026

Gubernur Jabar Jemput 12 Warga Diduga Korban Kekerasan di NTT

Rabu, 25 Februari 2026 01:00 WIB
Gubernur Jabar Jemput 12 Warga Diduga Korban Kekerasan di NTT
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdialog dengan sejumlah pihak saat berada di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, terkait penjemputan warga Jawa Barat, Senin (23/2/2026). (Dok/Jabarprov)
Maumere (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menjemput langsung warga Jawa Barat yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/2/2026).

Dilansir dari laman Jabarprov, sebanyak 12 warga Jabar dijemput untuk dipulangkan ke daerah asalnya. Satu korban lainnya telah lebih dulu meninggalkan NTT. Para korban sebelumnya dilaporkan bekerja di Maumere dan diduga mengalami kekerasan serta pelecehan seksual.

Rencananya, para korban akan diterbangkan dari Labuan Bajo menuju Jakarta, Rabu (25/2/2026). Selanjutnya, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Setibanya di Bandung, para korban akan mendapatkan pendampingan dan perlindungan sementara di Rumah Perlindungan Sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) milik DP3AKB Provinsi Jawa Barat.

Dalam penjemputan tersebut, Dedi didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Selain itu, turut dilibatkan jajaran Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jabar untuk mengawal proses penanganan kasus.

Menurut Dedi, kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual tersebut akan ditindaklanjuti ke ranah hukum. Para korban akan dimintai keterangan sebagai saksi guna mendukung proses penyelidikan. “Kita akan proses secara hukum. Korban harus mendapatkan perlindungan dan keadilan,” ujarnya.

Ia juga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, akan berupaya memperluas lapangan kerja agar warga tidak pergi ke luar daerah tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Diketahui, para korban berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan psikologis dan bantuan hukum setibanya di Bandung. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
Tags
beritaTerkait
Diskominfo Toba Dorong KIM Jadi Jembatan Informasi Pemerintah dan Masyarakat
Kabut Asap Menebal, Disdikpora Toba Imbau Sekolah Hentikan Aktivitas Luar Ruangan
Tekan Harga dan Kendalikan Inflasi, Pemkab Toba Segera Gelar Gerakan Pangan Murah
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Pemerintah Tutup Sejumlah Bandara
Pemkab Taput Hadiri Bersholawat dan Santuni Anak Yatim di Tarutung
Wabup Taput Tekankan Evaluasi Kinerja, Inovasi Pelayanan dan Transparansi Publik
komentar
beritaTerbaru