Kamis, 20 Agustus 2026

Dishub Wonogiri Tetapkan Pemasangan Portal di Jalur Ekstrem Tunggangan untuk Tekan Kecelakaan

Jumat, 13 Februari 2026 01:18 WIB
Dishub Wonogiri Tetapkan Pemasangan Portal di Jalur Ekstrem Tunggangan untuk Tekan Kecelakaan
Petugas Dishub Wonogiri bersama Forkopimcam Jatiroto meninjau rencana titik pemasangan portal di jalur alternatif Tunggangan, Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto, Selasa (10/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Wonogiri (buseronline.com) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wonogiri melalui Seksi Rekayasa Lalu Lintas menetapkan titik pemasangan portal di jalur alternatif Tunggangan, Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto menuju Kecamatan Tirtomoyo, Selasa.

Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini dilakukan guna meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalur tersebut.

Kegiatan penentuan lokasi dipimpin Edho Dewa dari Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Wonogiri bersama Forkopimcam Jatiroto yang terdiri atas Camat, Kapolsek, dan Danramil, serta didampingi perangkat Desa Ngelo.

Portal yang akan dipasang memiliki spesifikasi tinggi 360 sentimeter dan lebar 7 meter. Fungsinya untuk membatasi kendaraan yang melintas, baik dari sisi tinggi maupun lebar.

Selain itu, Dishub juga akan memasang rambu lalu lintas sementara dan permanen, termasuk rambu pembatasan tonase kendaraan, guna mendukung keselamatan pengguna jalan.

Camat Jatiroto, Miran mengatakan jalur Jatiroto-Tirtomoyo atau dikenal sebagai jalur Tunggangan merupakan jalur alternatif dengan kondisi medan yang ekstrem.

Jalan tersebut memiliki tanjakan terjal, turunan panjang dan curam, tikungan tajam beruntun, serta jurang di sisi kanan dan kiri jalan.

“Dengan kemiringan tinggi dan kontur medan yang cukup berat, jalur ini masuk kategori rawan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi kendaraan berat,” ujar Miran.

Ia menambahkan, permasalahan semakin kompleks akibat disinformasi pada aplikasi navigasi digital seperti Google Maps yang kerap merekomendasikan jalur tersebut sebagai rute alternatif. Akibatnya, sejumlah kendaraan berat tetap melintas dan berujung mengalami kecelakaan.

Berdasarkan data, pada 2025 tercatat dua truk bermuatan plastik perabot rumah tangga dan mi instan seberat 2,5 ton mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Dusun Ndawe Kidul, Desa Ngelo.

Sementara pada 2024, dua truk bermuatan daging beku dan jagung terguling karena tidak kuat menanjak di jalur yang sama. Bahkan pada 2019, sebuah bus pariwisata sempat tersasar dan terjebak di kawasan Bukit Tunggangan.

Melalui pemasangan portal dan kelengkapan rambu lalu lintas tersebut, pemerintah berharap angka kecelakaan dapat ditekan serta keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di jalur alternatif Tunggangan Ngelo, Jatiroto-Tirtomoyo semakin meningkat. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Timnas Voli Putra Indonesia Uji Kekuatan Lawan Kamboja Jelang Asian Games 2026
Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT
Bupati Toba Dorong Pengembangan Bawang Putih untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Bupati Taput Dukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkab Taput Perkuat Komitmen Lindungi Orangutan Tapanuli dan Hutan Tapanuli
Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026
komentar
beritaTerbaru