Jumat, 21 Agustus 2026

Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Rp210 Juta untuk Korban Tanah Gerak di Tegal

Kamis, 05 Februari 2026 01:00 WIB
Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Rp210 Juta untuk Korban Tanah Gerak di Tegal
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan paparan saat menghadiri Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Semarang, Rabu (4/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi merespons cepat bencana tanah gerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Dilansir dari laman Jatengprov, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp210 juta guna mempercepat penanganan pascabencana di wilayah tersebut.

“Sudah sekitar Rp210 juta yang kita geser ke lokasi tanah gerak. Bupati sudah melapor kepada saya bahwa bantuan sudah datang,” ujar Ahmad Luthfi usai menghadiri acara Outlook Ekonomi Soloraya 2026 di The Sunan Hotel, Rabu.

Luthfi menegaskan, koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Tegal terus dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, Bupati Tegal Ischak Maulana secara rutin melaporkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Kita juga lakukan pengecekan langsung di lapangan. Tinggal nanti apakah akan dilakukan relokasi atau perbaikan. Itu akan kita rapatkan bersama. Prinsipnya, bantuan sudah sampai di sana,” tegasnya.

Bencana tanah gerak di Desa Padasari terjadi sejak Minggu (1/2/2026) dan mencapai puncaknya pada Senin (2/2/2026). Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.

Akibat bencana ini, sebanyak 104 rumah warga dilaporkan rusak, dengan sekitar 80 rumah mengalami kerusakan berat hingga roboh.

Bencana tersebut berdampak pada 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa. Sebanyak 17 jiwa dari lima keluarga terpaksa mengungsi dan menempati SDN Padasari 01.

Selain permukiman warga, sejumlah infrastruktur desa turut terdampak, di antaranya jalan desa dan jalan kabupaten, jembatan, bendung irigasi, serta fasilitas pendidikan, keagamaan, dan kesehatan.

Pondok Pesantren Al-Adalah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur untuk Korban Gempa
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Seleksi Jadi PPPK Penuh Waktu Mulai 2027
Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil
KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Diduga Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar
O2SN 2026 Resmi Dibuka, 234.803 Murid Siap Unjuk Prestasi Olahraga
komentar
beritaTerbaru