Jumat, 22 Mei 2026

Ratusan Personel Gabungan Kebut Pemulihan Pascabanjir Bandang di Donggala

Minggu, 18 Januari 2026 01:00 WIB
Ratusan Personel Gabungan Kebut Pemulihan Pascabanjir Bandang di Donggala
Personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait melakukan pemasangan jembatan gorong-gorong untuk membuka akses wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (16/1/2026). (Dok/Humas Polri)
Donggala (buseronline.com) - Memasuki hari keenam pascabencana banjir bandang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

Dilansir dari laman Humas Polri, pada Jumat, ratusan personel diterjunkan di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan untuk melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari pembersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin Kabag Ops Polres Donggala, AKP Wakhidin SH dan diikuti seluruh personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana.

Selanjutnya, personel gabungan melaksanakan tugas sesuai sektor kerja masing-masing. Di antaranya melakukan pembersihan lanjutan rumah warga terdampak di Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, pemasangan jembatan gorong-gorong untuk membuka kembali akses menuju Desa Labuan Lumbubaka, serta pembersihan hunian tetap (huntap) I dan II di Desa Wani Lumbupetigi, Kecamatan Tanantovea.

Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari SIK MSi, turut meninjau langsung lokasi guna memastikan proses pembangunan jembatan gorong-gorong berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dalam kegiatan tersebut, total personel yang terlibat terdiri atas 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Sulteng, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan dari Bid Dokkes Polda Sulteng.

Berdasarkan data terbaru hingga 14 Januari 2026, dampak banjir bandang meliputi empat unit rumah hanyut, 268 rumah tergenang, delapan rumah rusak, serta 134 kepala keluarga atau 1.093 jiwa terdampak.

Selain itu, tercatat 10 unit jembatan rusak, satu sekolah, satu masjid, tiga ruas jalan raya, dan satu kantor KUA turut mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Meski status tanggap darurat telah berakhir pada 15 Januari 2026, penanganan bencana tetap dilanjutkan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan langkah cepat yang dilakukan jajaran Polda Sulawesi Tengah merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Polri bersama TNI dan instansi terkait terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala. Fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan yang terputus, membersihkan rumah warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran aparat di lapangan tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan optimisme warga.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kehadiran aparat diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, Satgas Penanggulangan Bencana akan melanjutkan pembangunan jembatan gorong-gorong menuju Desa Labuan Lumbubaka, pembersihan lanjutan rumah warga, pendistribusian air bersih menggunakan mobil AWC, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
Tags
beritaTerkait
Progres Sekolah Rakyat di Medan Capai 73 Persen, Rico Waas: Tercepat di Indonesia
TP PKK Jateng Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi
Evann Guessand di Ambang Sejarah, Bisa Raih Dua Gelar Eropa dalam Semusim
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
komentar
beritaTerbaru