Sabtu, 22 Agustus 2026

Bareskrim Polri Gelar Program RISE N SPEAK di MTsN Salatiga, Dorong Siswa dan Guru Berani Lawan Kekerasan

Kamis, 24 April 2025 01:22 WIB
Bareskrim Polri Gelar Program RISE N SPEAK di MTsN Salatiga, Dorong Siswa dan Guru Berani Lawan Kekerasan
Direktur PPA dan PPO Bareskrim Polri berbicara di depan siswa MTsN Salatiga dalam acara RISE N SPEAK, Senin (21/4/2024), dorong keberanian melawan kekerasan.
Salatiga (buseronline.com) - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) serta Pencegahan dan Penindakan Online (PPO) Bareskrim Polri menggelar kegiatan edukatif bertajuk RISE N SPEAK di MTsN Negeri Salatiga, Senin.

Kegiatan ini mengusung tema “Berani Bicara, Selamatkan Sesama” dan dihadiri langsung oleh Direktur PPA dan PPO yang juga merupakan alumni MTsN Salatiga angkatan 1988.

Dalam sambutannya, Direktur PPA dan PPO menyampaikan pentingnya membangun keberanian untuk melawan kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Diam bukanlah pilihan. Berani bicara itu mulia,” tegasnya di hadapan ratusan siswa dan guru.

Program RISE N SPEAK dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan sejak dini, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Dalam kegiatan tersebut, Dit Tipid PPA dan PPO mengajak sekolah untuk membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), menyediakan kanal pelaporan ramah anak, menyelenggarakan pelatihan guru, serta memberi pendampingan psikososial bagi korban.

“Satuan kami tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga membangun ekosistem perlindungan yang adil, inklusif, dan berperspektif gender,” ujar Direktur PPA dan PPO.

Para siswa juga didorong untuk menjadi agen perubahan melalui program ROOTS, yang menanamkan nilai keberanian, empati, dan solidaritas terhadap sesama. MTsN Salatiga pun ditargetkan menjadi sekolah pelopor dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

Dalam kesempatan itu, Direktur PPA dan PPO juga menekankan pentingnya implementasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 sebagai dasar hukum pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

Kepada para siswa, beliau membagikan tujuh strategi perlindungan diri, termasuk pentingnya membangun komunikasi terbuka dengan guru dan orang tua, serta menjauhi lingkungan yang rawan kekerasan.

“Jadikan ilmu sebagai pelita, dan akhlak sebagai perisai dari kejahatan. Jangan takut bicara jika ada yang tidak nyaman,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan syair pantun yang menggugah semangat siswa untuk peduli terhadap lingkungan sosial.
“Jika melihat yang disakiti, jangan diam, ayo bantu dan tegur dengan santun,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah dari peserta.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Polres Salatiga dan disambut antusias oleh seluruh civitas akademika MTsN Salatiga.

Dengan semangat kolaboratif dan kepedulian bersama, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari terciptanya budaya sekolah yang lebih aman, sehat, dan berpihak pada perlindungan anak. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Menkes: Keselamatan Korban Jadi Prioritas Pascagempa NTT
Densus 88 dan Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar
UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
Vietnam vs Thailand di Final Piala AFF 2026: Duel Dua Raksasa Asia Tenggara
Jadwal La Liga 2026/2027: Persaingan Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid
Jadwal Serie A 2026/2027: Inter Mulai Perjalanan Pertahankan Scudetto, Juventus dan Milan Hadapi Laga Berat
komentar
beritaTerbaru