Senin, 26 Oktober 2026

Konferensi ASEANPOL ke-42: Divhubinter Polri Tingkatkan Kerjasama Penanganan Kejahatan Internasional

Sabtu, 26 Oktober 2024 02:17 WIB
Konferensi ASEANPOL ke-42: Divhubinter Polri Tingkatkan Kerjasama Penanganan Kejahatan Internasional
Delegasi Polri yang dipimpin Kombes Pol Dhani Hernando SIK MH, saat mengikuti konferensi ASEANAPOL ke-42, membahas langkah-langkah konkret penanganan kejahatan lintas negara, Jakarta, Rabu (23/10/2024). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Divhubinter Polri berpartisipasi dalam Konferensi ASEANPOL ke-42, Rabu. Konferensi ini menjadi platform strategis bagi negara-negara anggota ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam menangani isu-isu keamanan regional, terutama kejahatan lintas negara.

Salah satu hasil penting dari konferensi ini adalah drafting Joint Communique, yang akan menjadi kerangka acuan kerja sama antarnegara anggota ASEANPOL selama satu tahun ke depan. Dokumen ini ditandatangani oleh Ketua Delegasi masing-masing Komisi dan mencakup Minutes of Meeting dari Komisi A, B, dan C.

Delegasi Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol Dhani Hernando SIK MH, mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan negara-negara anggota, dimulai dengan Thailand.

Dalam pertemuan ini, dibahas beberapa isu penting, termasuk pengawasan terhadap keluarga subjek RN, yang diketahui melarikan diri ke selatan.

Delegasi juga mendiskusikan penyerahan dua warga negara Thailand yang terlibat dalam kasus penggelapan dan telah ditangkap oleh Imigrasi di Jakarta.

Pertemuan dengan Australian Federal Police (AFP) juga menjadi sorotan, di mana kedua pihak membahas kerja sama dalam penanganan kejahatan transnasional, termasuk people smuggling.

Dalam pertemuan tersebut, Assistant Commissioner AFP, David Mclean, mengajukan pencalonannya sebagai anggota Komite Eksekutif Interpol dan meminta dukungan dari Polri.

Selain itu, delegasi Polri juga melakukan diskusi dengan Filipina mengenai langkah-langkah konkret dalam mencegah dan menangani kejahatan lintas negara, sesuai dengan MoU yang ditandatangani pada tahun 2022.

Diskusi mencakup penyerahan subjek Gregor Haas dan pentingnya melakukan patroli bersama untuk menangani peredaran senjata ilegal.

Dalam pertemuan dengan Kamboja, Polri membahas bantuan pencarian subjek Red Notice, Anderson William, yang terlibat dalam penipuan investasi besar-besaran.

Pertemuan dengan Myanmar juga dilakukan, di mana tantangan penegakan hukum dalam perdagangan manusia dibahas, serta apresiasi terhadap upaya Myanmar dalam menyelamatkan korban, termasuk WNI.

Melalui serangkaian pertemuan ini, Konferensi ASEANPOL ke-42 menunjukkan komitmen kuat negara-negara anggota untuk saling berkolaborasi dalam menghadapi berbagai isu keamanan di kawasan. Dokumentasi lengkap mengenai hasil pertemuan telah disiapkan sebagai acuan bagi langkah-langkah kolaboratif selanjutnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Sumut Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Ahmad Luthfi Raih Detik Jateng-Jogja Award 2026, Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun
Korbrimob Polri Hadiri NCT APAC 2026, Perkuat Kemampuan Hadapi Ancaman Bahan Peledak
CKG Sumut Capai 32,81 Persen, Target 46 Persen hingga Akhir 2026
Bobby Nasution Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin di Selat Malaka
Pemko Medan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 214 Mahasiswa, Maksimal Rp6 Juta per Semester
komentar
beritaTerbaru