Senin, 07 September 2026

Menkominfo Budi Arie Luncurkan SNPDK, Permudah Respons Bencana

Kamis, 03 Oktober 2024 01:27 WIB
Menkominfo Budi Arie Luncurkan SNPDK, Permudah Respons Bencana
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Meluncurkan Sistem Nasional Peringatan Dini Kebencanaan (SNPDK) di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (01/10/2024). (Dok/Humas Kementerian Kominfo)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kominfo meluncurkan Sistem Nasional Peringatan Dini Kebencanaan (SNPDK) yang terdiri dari Early Warning System (EWS) dan Disaster Prevention Information System (DPIS). Peluncuran ini dilakukan oleh Menkominfo Budi Arie Setiadi di Jakarta Pusat, Selasa.

Dalam acara tersebut, Budi Arie menjelaskan bahwa EWS dan DPIS dirancang untuk memudahkan koordinasi dalam respons bencana dan mengurangi risiko yang dihadapi masyarakat. "Saya berharap sistem ini dapat mempermudah koordinasi dalam melakukan pertolongan yang responsif serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan," ujarnya.

SNPDK mengintegrasikan informasi kebencanaan dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana. EWS TV Digital juga akan terhubung dengan penyelenggara telekomunikasi dan penyiaran.

Menkominfo menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana, mengajak seluruh pihak untuk mendukung inisiatif ini agar masyarakat dapat memanfaatkan sistem dengan baik. Ia juga menjelaskan bahwa EWS TV Digital memiliki dua fitur utama: pengiriman SMS Blast tanpa biaya kepada masyarakat di wilayah terdampak dan integrasi dengan sistem informasi dari berbagai lembaga.

Menteri Budi Arie mendorong masyarakat untuk menggunakan perangkat TV Digital atau STB yang tersertifikasi oleh Kominfo dan memastikan kode pos yang tepat dimasukkan untuk akurasi informasi.

Sebagai bagian dari kolaborasi internasional, pemerintah Indonesia juga bekerja sama dengan Jepang dalam mengembangkan DPIS, yang menyediakan informasi bencana secara real-time kepada petugas di lapangan. DPIS terintegrasi dengan berbagai lembaga dan media penyiaran, termasuk Call Center 112, TVRI, dan RRI.

Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, serta pejabat dari berbagai lembaga terkait. Melalui SNPDK, pemerintah berharap dapat meningkatkan efektivitas respons bencana dan keselamatan masyarakat. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Diskominfo Toba Dorong KIM Jadi Jembatan Informasi Pemerintah dan Masyarakat
Kabut Asap Menebal, Disdikpora Toba Imbau Sekolah Hentikan Aktivitas Luar Ruangan
Tekan Harga dan Kendalikan Inflasi, Pemkab Toba Segera Gelar Gerakan Pangan Murah
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Pemerintah Tutup Sejumlah Bandara
Pemkab Taput Hadiri Bersholawat dan Santuni Anak Yatim di Tarutung
Wabup Taput Tekankan Evaluasi Kinerja, Inovasi Pelayanan dan Transparansi Publik
komentar
beritaTerbaru