Kamis, 20 Agustus 2026

Polisi Tangkap Pelaku Pengiriman WNI Ilegal ke Kamboja

Kamis, 19 September 2024 01:36 WIB
Polisi Tangkap Pelaku Pengiriman WNI Ilegal ke Kamboja
Polisi mengamankan dua pria yang diduga akan mengirimkan 14 WNI secara ilegal ke Kamboja dalam operasi di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (14/92024). (Dok/Humas Polri)
Tangerang (buseronline.com) - Polresta Soetta berhasil mengungkap kasus perdagangan orang dengan menangkap dua pria yang diduga akan mengirimkan 14 Warga Negara Indonesia (WNI) secara ilegal ke Kamboja.

Penangkapan ini dilakukan dengan modus tawaran pekerjaan menggiurkan, dan berlangsung pekan ini.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Reza Fahlevi mengungkapkan bahwa para korban dijanjikan pekerjaan di Kamboja seperti di perusahaan, restoran, atau sebagai operator layanan pelanggan.

“Semua tawaran tersebut dilakukan secara non prosedural,” kata Reza, Senin.

Para calon pekerja migran Indonesia (PMI) mengaku menerima tawaran pekerjaan melalui aplikasi media sosial seperti Telegram, dengan iming-iming gaji besar tanpa prosedur resmi.

Namun, saat diamankan, korban tidak memiliki dokumen sah untuk bekerja di luar negeri.

Penangkapan dilakukan di beberapa tempat dengan waktu yang berbeda, delapan PMI diamankan di Terminal 2 Bandara Soetta, Rabu.

Satu PMI bersama dua tersangka inisial MZ dan PJ ditangkap Jumat, dan lima PMI lainnya diamankan di dua terminal berbeda, Sabtu.

Barang bukti yang diamankan termasuk paspor dan boarding pass dengan rute Jakarta-Kuala Lumpur-Phnom Penh.

Kedua tersangka inisial MZ dan PJ, dikenakan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda hingga Rp15 miliar.

Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Roberto Pasaribu mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas.

Ia menekankan pentingnya melaporkan setiap indikasi perdagangan orang untuk penanganan yang lebih cepat.

“Modus perdagangan orang seringkali dimulai dari janji manis gaji tinggi tanpa prosedur yang jelas,” ungkap Roberto. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
Tags
beritaTerkait
Fenerbahce vs Lyon Berakhir 1-1, Mason Greenwood Jaga Asa ke Liga Champions
Timnas Voli Putra Indonesia Uji Kekuatan Lawan Kamboja Jelang Asian Games 2026
Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT
Bupati Toba Dorong Pengembangan Bawang Putih untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Bupati Taput Dukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkab Taput Perkuat Komitmen Lindungi Orangutan Tapanuli dan Hutan Tapanuli
komentar
beritaTerbaru