Minggu, 26 Juli 2026

Tujuh Tersangka Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kuala Lumpur Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jumat, 08 Maret 2024 01:57 WIB
Tujuh Tersangka Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kuala Lumpur Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro.
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tujuh orang tersebut merupakan anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur dan diduga melakukan penambahan dan pemalsuan data Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Iya (berkas) sudah P21, selanjutnya hari Jumat kita limpahkan ke kejaksaan,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro seperti dilansir dari Humas Polri.

Djuhandani menjelaskan, terhadap tujuh tersangka, tidak dilakukan penahanan. Sebab, ia menerangkan tujuh tersangka dinilai kooperatif dalam proses pemeriksaan.

“Kami tidak melakukan penahanan dengan pertimbangan tersangka kooperatif dalam pemanggilan dan saat pemeriksaan,” ungkapnya.

Dugaan penambahan dan pemalsuan data DPT tersebut terjadi setelah KPU mengeluarkan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) sebanyak 493.856 suara untuk wilayah Kuala Lumpur.

Sebelumnya, KPU RI telah menerima laporan dari Bawaslu terkait dugaan pelanggaran Pemilu 2024 di Kuala Lumpur.

Bawaslu menemukan adanya penambahan data pemilih sebanyak 102.856 orang di DPT Kuala Lumpur. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Wagub Jabar: Integritas Pejabat Harus Dimulai dari Keluarga
Pemprov Jateng Dorong Peternak Terapkan Silase untuk Jaga Produksi Susu Saat Kemarau
Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat
Pelajar SMA/SMK di Jabar Wajib Pungut dan Pilah Sampah, Masuk Praktikum IPA
Pertamina Perkuat Budaya HSSE Lewat Jambore 2026
Manchester United Hancurkan Rosenborg 5-0, Bekal Positif Jelang Hadapi Atletico Madrid
komentar
beritaTerbaru