Jakarta (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga stabilitas keamanan nasional guna mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Dilansir dari laman Humas Polri, komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberantasan kejahatan, perlindungan masyarakat, reformasi internal, serta penguatan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Suyudi mengatakan, stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan nasional. Karena itu, Polri berkomitmen mendukung pelaksanaan Asta Cita pemerintah, khususnya agenda penguatan pertahanan dan keamanan serta pembangunan dari desa.
"Kami menyadari bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita pemerintah, khususnya Asta Cita ke-2 dan Asta Cita ke-7," ujar Suyudi di Jakarta, pada 27 Oktober 2026.
Dalam bidang penegakan hukum, Polri terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba, judi daring, premanisme, pemerasan, dan berbagai tindak pidana yang merugikan masyarakat. Langkah tersebut juga diarahkan untuk melindungi perekonomian nasional, menjaga kepastian hukum, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Polri turut memperkuat perlindungan terhadap perempuan, anak, pekerja, dan korban tindak pidana perdagangan orang. Melalui Desk Ketenagakerjaan, kepolisian juga memfasilitasi penyelesaian persoalan hubungan industrial, pemulihan hak pekerja, serta perselisihan ketenagakerjaan.
Di sisi lain, pendekatan humanis menjadi perhatian dalam pengamanan kegiatan masyarakat, termasuk aksi unjuk rasa dan penanganan konflik sosial. Polri mendorong pola pengamanan yang mengedepankan dialog agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib.
Untuk meningkatkan akuntabilitas petugas, Polri juga memperkuat penggunaan kamera yang dikenakan personel atau body-worn camera dalam pelaksanaan tugas pengamanan.
"Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib. Sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas, Polri juga mendorong penguatan kamera yang dikenakan personel atau body-worn camera dalam pelaksanaan tugas pengamanan," katanya.
Selain menjaga keamanan, Polri turut berkontribusi dalam program sosial dan pembangunan. Peran tersebut diwujudkan melalui penanganan bencana, penguatan keamanan lingkungan, pembangunan dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pembangunan Jembatan Merah Putih, serta peningkatan ketahanan pangan melalui produksi jagung.
Suyudi menegaskan, berbagai program tersebut harus berjalan seiring dengan reformasi internal. Pembenahan dilakukan melalui penguatan pengawasan, penerapan sistem merit dalam pembinaan karier, transformasi digital, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.
"Kami menyadari bahwa upaya Polri masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami terus berbenah dan mendengarkan masukan masyarakat dan memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Kapolri juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Menurut Suyudi, kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui pelayanan yang mudah diakses, penegakan hukum yang adil, dan kehadiran Polri yang memberikan manfaat nyata.
Melalui berbagai langkah tersebut, Polri berharap dapat memperkuat kepercayaan publik, menjaga stabilitas nasional, serta mendukung keberlanjutan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (R)
beritaTerkait
komentar