Bandung (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak generasi muda memanfaatkan karya kreatif sebagai sarana menyampaikan gagasan, keresahan, dan nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari laman
KPK, ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan Benar-Benar Podcast Live
Bandung yang digelar Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi (Soskam)
KPK di North Hall-Paris Van Java,
Bandung, Jawa Barat, pada 3 Oktober 2026. Kegiatan mengusung tema "Berani Bersuara lewat Karya".
KPK menilai kreativitas dapat menjadi medium yang efektif untuk membangun kesadaran dan membuka percakapan publik mengenai nilai integritas dan antikorupsi, khususnya di tengah kuatnya pengaruh ruang digital dalam kehidupan generasi muda.
Satuan Tugas (Satgas) Soskam
KPK, Dotty Rahmatiasih, mengatakan Benar-Benar Podcast dikembangkan untuk memberikan ruang kepada anak muda dalam menyampaikan pandangan dan nilai yang mereka yakini.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi penting karena pengalaman dan perspektif mereka dapat membuat pesan antikorupsi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Dari percakapan yang dibangun melalui podcast memiliki peluang untuk berkembang melampaui konten yang diproduksi. Interaksi audiens di media sosial dapat memperluas pembahasan, mempertemukan beragam perspektif, serta membuat gagasan tentang integritas terus diperbincangkan oleh lebih banyak anak muda," ujar Dotty.
Dalam kegiatan tersebut, musisi Barsena Bestandhi dan Voice of Baceprot (VoB) turut berbagi pengalaman mengenai proses kreatif. Keduanya membahas bagaimana karya sering kali lahir dari keresahan dan pengalaman pribadi yang kemudian dapat berkembang menjadi percakapan yang lebih luas di tengah masyarakat.
VoB menyampaikan bahwa karya yang lahir dari pengalaman atau keresahan pribadi dapat menjadi representasi bagi orang lain yang menghadapi persoalan serupa. Ketika karya mampu membuka ruang bagi orang lain untuk berbagi pengalaman dan pandangan, kreativitas tidak lagi sebatas ekspresi pribadi, tetapi dapat memberikan makna bagi publik.
Sementara itu, Barsena Bestandhi mengatakan musik dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan persoalan kompleks kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima.
Menurutnya, sebuah isu dapat dikemas melalui karya secara lebih ringan tanpa menghilangkan pesan yang ingin disampaikan. Namun, proses kreatif juga membutuhkan konsistensi untuk tetap berpegang pada prinsip dan tujuan awal.
"Pencapaian yang diperoleh dengan mengesampingkan nilai yang diyakini tidak selalu mencerminkan keberhasilan. Karena itu, keputusan dalam berkarya perlu dipertimbangkan bukan hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan identitas, tujuan, dan alasan yang menjadi dasar seseorang menghasilkan karya," jelas Barsena.
beritaTerkait
komentar