Kamis, 24 September 2026

Wamen PPPA Dorong Pelayanan Satu Pintu bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Kamis, 24 September 2026 18:00 WIB
Wamen PPPA Dorong Pelayanan Satu Pintu bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak
Wamen PPPA RI Veronica Tan saat menjadi pembicara dalam The 63rd IAWP Annual Training Conference 2026 di Bali, Selasa (22/9/2026).

Bali (buseronline.com) - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) RI Veronica Tan mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dan negara dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama kekerasan yang terjadi di ruang digital.

Dilansir dari laman Humas Polri, hal itu disampaikan Veronica saat menjadi pembicara dalam The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, pada 22 September 2026.

Dalam forum yang dihadiri Polwan dari berbagai negara tersebut, Veronica mengatakan tantangan dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak memiliki banyak kesamaan, meski setiap negara memiliki konteks dan sistem penanganan yang berbeda.

"Saya melihat ini bukan bicara soal ruang di mana setiap Polwan yang hadir ini membawa agenda masing-masing negara. Tapi saya melihat sekelompok kekuatan perempuan sebagai Polwan penegak hukum yang menghadapi masalah dan tantangan yang sama, serta tidak dibatasi oleh ruang," ujar Veronica.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat bentuk kekerasan semakin kompleks. Kejahatan dapat dilakukan melalui ruang digital dan melintasi batas negara hanya dalam hitungan detik.

Karena itu, Veronica menekankan perlunya sistem pelayanan yang terintegrasi sehingga korban tidak perlu mendatangi berbagai institusi untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

"Jangan biarkan korban itu datang ke setiap meja atau institusi, tapi bagaimana kita membuat ruang aman dan berperspektif supaya korban dilayani satu pintu," katanya.

Veronica juga mengapresiasi sinergi yang terus diperkuat antara Kementerian PPPA dan Polri, termasuk melalui pengembangan Direktorat PPA-PPO.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting agar korban mendapatkan pelayanan secara holistik, mulai dari perlindungan hingga pemulihan.

Sementara itu, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan Polri menyambut positif penguatan kolaborasi tersebut.

Menurut Trunoyudo, forum IAWP menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas dan jejaring kerja sama Polwan dalam menghadapi tantangan kejahatan yang semakin berkembang dan tidak mengenal batas wilayah.

"Polri menyambut positif penguatan kolaborasi ini. Tantangan kejahatan saat ini semakin kompleks dan tidak mengenal batas negara, sehingga diperlukan pelayanan yang cepat, humanis, terintegrasi, dan berorientasi pada pemulihan korban," ujar Trunoyudo.

Ia berharap pertukaran pengalaman antar-Polwan melalui forum IAWP dapat memperkuat kerja sama kepolisian internasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
IAWP Conference 2026 Soroti Modus Trafficking “Mail Ordered Bride”
Polda Bali Matangkan Pengamanan Konferensi IAWP 2026
Pemkab Toba Sambut 30 Delegasi IIGCE 2026, Potensi Pariwisata Jadi Sorotan
Bali Resmi Jadi Tuan Rumah Semifinal dan Final Piala Presiden 2026
PKK Jepara Perkuat Kapasitas Kader untuk Sukseskan Program Kejar Imunisasi Balita
Timnas Indonesia Belum Gelar Uji Coba, Fokus Matangkan Persiapan di Bali
komentar
beritaTerbaru