Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat untuk berani melakukan perubahan dan bersama-sama melawan korupsi melalui gerakan Kawan Aksi dalam kegiatan Berani Ditantang Berani Berubah yang digelar di kawasan Halte Transjakarta Setiabudi Integrasi, Jakarta, pada 6 September 2026.
Ratusan masyarakat dari berbagai wilayah Jabodetabek turut meramaikan kegiatan tersebut. Selain berkumpul dan berinteraksi, masyarakat juga diajak mengikuti berbagai permainan dan aktivitas yang membawa pesan anti
korupsi dengan cara yang kreatif, sederhana, dan menyenangkan.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya KPK untuk memperluas penyebaran pesan antikorupsi kepada masyarakat.
"Ini menjadi upaya penyebaran pesan kebaikan melalui pendekatan populer. Perluasan target audiens mencakup seluruh lapisan masyarakat, sehingga keberlanjutan diskusi anti
korupsi menyebar di ruang publik digital," ujar Amir dilansir dari laman
KPK.
Dalam kegiatan tersebut, pesan antikorupsi dikemas melalui sejumlah tantangan. Salah satunya Sumo Games, yang mengajak peserta beradu kekuatan melawan karakter Si Tikus Koruptor.
Ada pula Scream Games, yang mengajak masyarakat menunjukkan keberanian dengan meneriakkan "Berantas Korupsi" sekeras-kerasnya. Sementara Punch Games mengajak peserta menghantam target sebagai simbol keberanian untuk melawan
korupsi.
Selain permainan, masyarakat juga mengikuti aktivitas Reaksi Warga +62. Kegiatan ini menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan ekspresi dan tanggapan mereka terhadap berbagai perilaku korupsi yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Peserta juga dapat mengabadikan momen keterlibatan mereka melalui spot foto yang telah disediakan. Untuk memberikan apresiasi, peserta yang mengikuti berbagai aktivitas mendapatkan merchandise.
Salah satu peserta, Sta, siswi SMKN 32 Jakarta, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, konsep yang menggabungkan hiburan dan permainan membuat pesan antikorupsi menjadi lebih mudah dipahami.
"Seru sekali karena banyak rangkaian hiburan dan permainan. Ini menjadi bentuk semangat kami untuk ikut menyuarakan pesan agar tidak melakukan
korupsi," ungkap Sta.
Amir mengatakan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat diperlukan agar pesan anti
korupsi tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
KPK juga mengajak masyarakat untuk turut menyebarluaskan gerakan antikorupsi melalui media sosial Kawan Aksi dan Suara Antikorupsi.
Melalui kegiatan Berani Ditantang Berani Berubah,
KPK menegaskan bahwa melawan
korupsi tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar. Perubahan dapat dimulai dari keberanian sederhana, yaitu berani memilih dan melakukan hal yang benar.
Dengan demikian, pemberantasan korupsi bukan hanya tentang keberanian mengungkap praktik korupsi, tetapi juga tentang kesadaran dan keberanian setiap orang untuk membangun kebiasaan yang jujur dan benar dalam kehidupan sehari-hari. (R)
beritaTerkait
komentar