Sabtu, 05 September 2026

BPBD Sumut Perkuat Penanganan Pengungsi Gunung Sinabung

Sabtu, 05 September 2026 14:56 WIB
BPBD Sumut Perkuat Penanganan Pengungsi Gunung Sinabung
Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (4/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut terus memperkuat penanganan dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo yang kini berstatus Siaga Level III.

Penanganan difokuskan pada keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya erupsi susulan.

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan sekitar 201 kepala keluarga atau 650 jiwa warga Desa Kuta Tengah saat ini mengungsi di wilayah Desa Suka Tepu dan Koperasi Desa Kelurahan/PUD.

Sementara itu, warga dari kawasan zona merah dengan radius 6 kilometer, termasuk Desa Kuta Rakyat, telah dievakuasi oleh tim gabungan menuju lokasi aman di Kecamatan Naman Teran.

"Sejak awal peningkatan aktivitas, personel BPBD Sumut sudah turun ke lokasi untuk mendistribusikan masker, mendirikan tenda pengungsian, serta menyiagakan truk evakuasi, mobil tangki air bersih, dan armada toilet," ujar Tuahta dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, pada 4 September 2026.

BPBD Sumut telah menyalurkan sebanyak 630 masker pada tahap awal dan mendirikan lima dari tujuh tenda pengungsian yang telah disiapkan. Selain itu, dua unit truk evakuasi, satu mobil tangki air bersih, dan satu armada toilet telah dimobilisasi untuk mendukung kebutuhan warga.

Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, BPBD Sumut juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

Koordinasi tersebut meliputi penyiagaan posko kesehatan, layanan pendampingan stunting, serta armada pengawalan medis di lokasi pengungsian. Distribusi masker tambahan juga terus dilakukan sesuai kebutuhan.

Di tengah proses evakuasi, sebagian warga masih kembali ke rumah pada siang hari untuk mengecek kondisi tempat tinggal dan ternak. TNI dan Polri melalui Polres dan Kodim Karo memberikan pengamanan di desa-desa yang ditinggalkan pengungsi.

Tuahta mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap warga sembari menyiapkan langkah evakuasi apabila terjadi erupsi susulan secara tiba-tiba.

"Kami tidak bisa memaksakan secara keras, tetapi personel BPBD dan TNI/Polri terus mengikutsertakan pendampingan dan kesiapsiagaan mobilisasi jika terjadi erupsi susulan tiba-tiba," katanya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polri Siagakan 176 Personel Hadapi Erupsi Gunung Sinabung
komentar
beritaTerbaru