Selasa, 18 Agustus 2026

Polri Kerahkan 10 K9 SAR ke Flores untuk Percepat Pencarian Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 19:00 WIB
Polri Kerahkan 10 K9 SAR ke Flores untuk Percepat Pencarian Korban Gempa
Polri mengerahkan 10 anjing pelacak atau K9 SAR berpengalaman ke Flores, NTT, untuk memperkuat pencarian korban pascagempa bumi.

Jakarta (buseronline.com) - Polri mengerahkan 10 anjing pelacak atau K9 Search and Rescue (SAR) berpengalaman ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperkuat pencarian korban pascagempa bumi.

Dilansir dari laman Humas Polri, sepuluh K9 dari Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri diberangkatkan menggunakan pesawat khusus CN-295 Polri P-4501 dengan rute Pondok Cabe-Labuan Bajo.

Penerbangan tersebut dilakukan secara khusus untuk mempercepat mobilisasi personel dan kemampuan SAR menuju wilayah terdampak.

Tim K9 diberangkatkan bersama 21 personel Ditpolsatwa yang terdiri atas handler, tenaga veteriner, serta personel pelindung. Tim dipimpin Iptu Erasmus selaku Katim K9, dengan dukungan Ipda drh. Linda dan Aipda Triyo sebagai tenaga veteriner.

Sepuluh K9 yang dikerahkan yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, Sita, Koni, Kyara, Gejlon, dan Gizi. Anjing-anjing tersebut memiliki kemampuan Canine Search and Rescue (CSAR) untuk membantu menemukan korban yang tertimbun reruntuhan maupun material lainnya.

Sejumlah K9 juga memiliki kemampuan cadaver, yakni mendeteksi aroma khas yang berasal dari tubuh manusia yang telah meninggal dunia. Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam kondisi bencana ketika korban sulit ditemukan secara visual.

Pengerahan K9 ke Flores juga diperkuat pengalaman dalam operasi kebencanaan sebelumnya. Pada Desember 2025, empat K9 Ditpolsatwa, yakni Walet, Ari, Rubin, dan Dasa, diterjunkan dalam pencarian korban bencana di Sumut.

Saat itu, K9 menyisir sejumlah bantaran sungai dan lokasi yang diduga menjadi tempat korban tertimbun material maupun hanyut terbawa arus.

Indikasi yang diberikan K9 kemudian ditindaklanjuti oleh tim gabungan hingga korban ditemukan. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi tim dalam menjalankan misi kemanusiaan di Flores.

Setelah apel pelepasan, tim melakukan loading perlengkapan dan dibagi menjadi tiga regu untuk melaksanakan tugas bantuan operasi atau BKO di wilayah hukum Polda NTT.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian awal meliputi Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur. Namun, personel dan K9 dapat digeser ke wilayah lain sesuai perkembangan situasi serta kebutuhan pencarian di lapangan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kecepatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan bencana.

"Kecepatan merupakan salah satu hal yang paling utama. Pagi ini kami kembali memberangkatkan tim tersebut. Nantinya pembagian tugas akan dilakukan melalui koordinasi dan komunikasi dengan Polda NTT," ujar Trunoyudo.

Ia menegaskan bahwa Polri memahami kebutuhan masyarakat terdampak terhadap proses pencarian dan penyelamatan korban.

"Kami memahami betul dan sama-sama berempati bahwa proses pencarian sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah bagaimana Polri dapat memberikan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang masih selamat," katanya.

Selain 10 K9 dan 21 personel, pesawat CN-295 P-4501 membawa berbagai perlengkapan dan bantuan logistik dengan total muatan sekitar 3.411 kilogram atau 3,4 ton.

Muatan tersebut antara lain terdiri atas 10 kennel box K9, empat box perlengkapan tim dan pakan K9, 45 dus makanan siap saji, 10 unit Wontech, 409 kilogram obat-obatan bantuan, serta 60 kilogram banner dan stiker.

Setibanya di Labuan Bajo, tim akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi penugasan dan prioritas pencarian.

Pengerahan K9 menggunakan pesawat khusus ini menjadi bagian dari upaya percepatan Polri dalam mendukung operasi kemanusiaan di Flores.

Dengan kemampuan K9 dan dukungan personel berpengalaman, Polri berupaya mempercepat proses pencarian korban sekaligus membantu masyarakat yang terdampak bencana. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT
Polri Kerahkan 260 Personel untuk Tangani Dampak Gempa M7,7 di Flores
Korlantas Polri Perkuat Akurasi Data BMN melalui Sinkronisasi SAKTI 2026
Stand Korsabhara Baharkam Polri Jadi Magnet Pengunjung Indo Security 2026
Bareskrim Bongkar Dua Jaringan Judi Online Internasional
Kompolnas Visitasi Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, Soroti Inovasi dan Kesiapan Personel
komentar
beritaTerbaru