Ia menjelaskan, penguatan sektor pertanian merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintah seperti percepatan tanam, optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan irigasi, dan distribusi pupuk yang lebih efektif.
Dari sisi kinerja, ekspor sektor pertanian tercatat meningkat signifikan sebesar Rp166,71 triliun atau tumbuh 28,26 persen, sementara impor turun Rp41,68 triliun atau terkoreksi 9,66 persen. Hal ini menunjukkan meningkatnya daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.
Selain itu, cadangan beras pemerintah (CBP) dilaporkan berada pada level tertinggi sepanjang sejarah dan diperkirakan mencapai 5 juta ton pada akhir April 2026. "Cadangan kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini memberikan rasa aman bagi masyarakat," ujar Amran.
Kesejahteraan petani juga menunjukkan perbaikan signifikan, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Sementara itu, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada 2025 tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Pemerintah optimistis sektor pertanian akan terus menjadi pilar utama ketahanan pangan sekaligus motor penggerak ekonomi nasional. "Kalau pertanian kuat, ekonomi nasional juga kuat," tutup Amran. (R)
beritaTerkait
komentar