Sabtu, 10 Oktober 2026

Pemerintah Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Pertama 2026 Tumbuh Kuat

Kamis, 09 April 2026 08:09 WIB
Pemerintah Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Pertama 2026 Tumbuh Kuat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya kepada media usai Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 tetap terjaga kuat dan stabil di tengah dinamika global.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya kepada media usai Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai, tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan, lebih besar sama dengan 5,5 persen," jelas Menko Airlangga.

Menko Airlangga menjelaskan, capaian tersebut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga. "Kondisi konsumsi kita kuat, di mana konsumsi mewakili 54 persen dari PDB," jelas Menko Airlangga.

Dari sisi fiskal, kinerja APBN juga menunjukkan peran yang signifikan yang didukung oleh penerimaan pajak hingga akhir kuartal pertama yang meningkat. "Dari Menteri Keuangan tadi disampaikan sampai dengan Maret, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau Rp462,7 triliun dan manufaktur juga ekspansif," ucap Menko Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Airlangga turut menjelaskan kondisi ketahanan pangan nasional yang juga menunjukkan tren positif. Menurutnya, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,6 juta ton.

"Ketahanan pangan kita juga relatif kuat, produksi beras di 2025, 34,7 juta ton dan stok bulog sebesar 4,6 juta ton," jelas Menko Airlangga.

Meskipun demikian, pemerintah terus menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Salah satunya melalui implementasi program biodiesel B50 yang dinilai dapat meningkatkan ketahanan anggaran negara.

"Kita sudah menyepakati per 1 Juli, B50, dimana itu meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp48 triliun," ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, pemerintah juga berkomitmen menjaga disiplin fiskal, khususnya dalam pengelolaan rasio utang dan defisit anggaran.

"Bapak Presiden tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40 persen, walaupun undang-undang menyiapkan sampai 60 persen. Demikian pula juga budget deficit dijaga di level 3 persen dan juga ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun," tutup Menko Airlangga pada keterangannya. (DKI1)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
HUT ke-81 Tapanuli Utara, Bupati JTP Hutabarat Tekankan Pertanian sebagai Penggerak Ekonomi
Hari Jadi ke-81 Taput, Pemkab Dorong Pertanian Berkelanjutan Tanpa Bebani APBD
Pemkab Taput Gelar Gerakan Pangan Murah, Harga Sembako Lebih Terjangkau
Prabowo Lantik 10 Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih
Dekranasda Toba Tampilkan Tenun Khas Toba di Parade Wastra Kriyanusa 2026
komentar
beritaTerbaru